Harga Emas Dunia Berpeluang Reli Besar dan Menyasar Level US$ 5.000 per Troy Ons

Analis memproyeksikan emas global menembus level psikologis dalam waktu dekat
JAKARTA – Harga emas dunia berpeluang melanjutkan reli besar dan menyentuh level psikologis US$ 5.000 per troy ons dalam waktu dekat pada Januari 2026. Proyeksi ini menguat seiring tren kenaikan harga emas global yang terus mencetak rekor baru di tengah sentimen pasar yang condong pada aset lindung nilai.
Kenaikan harga spot dan berjangka memperkuat sinyal reli emas
Pergerakan harga emas global menunjukkan penguatan konsisten. Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$ 4.951,91 per ons pada pukul 03.58 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor baru di level US$ 4.966,59 per ons. Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menguat 0,8% ke posisi US$ 4.952,80 per ons. Kenaikan serempak di pasar spot dan berjangka ini mempertegas kuatnya minat beli investor.
Ibrahim Assuaibi menilai emas bisa menyentuh US$ 5.000 pada Januari
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai peluang emas dunia mencapai level US$ 5.000 per troy ons sangat terbuka pada bulan Januari ini. Ia menyebutkan bahwa sentimen global saat ini mendukung kelanjutan reli emas, terutama dari sisi kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik internasional.
Level US$ 5.000 berpotensi mengerek emas Antam ke Rp 3 juta per gram
Ibrahim menjelaskan bahwa pencapaian harga emas dunia di level US$ 5.000 per troy ons akan memberikan dampak signifikan terhadap harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. Ia memproyeksikan harga emas Antam berpeluang mencapai kisaran Rp 3.000.000 per gram pada Februari 2026 apabila reli emas global terealisasi dalam waktu dekat.
Isu independensi The Fed mendorong pergeseran sentimen investor
Sentimen penguatan emas turut dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Rencana Presiden AS Donald Trump menunjuk ketua baru The Fed memicu spekulasi bahwa kebijakan suku bunga berpotensi diarahkan lebih longgar. Ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif mendorong investor mengalihkan dana ke emas.
Meredanya ketegangan Greenland ikut menopang penguatan emas
Selain faktor kebijakan moneter, perkembangan geopolitik juga berperan dalam pergerakan harga emas. Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait wilayah Greenland turut menciptakan sentimen positif di pasar. Kesepakatan kerja sama kedua pihak mendorong harga emas menembus level US$ 4.900 per troy ons dan menjaga tren bullish tetap terjaga.
