Emas, Perak, dan Platinum Kompak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas, Perak, dan Platinum Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Gejolak Global

Pegawai menunjukkan logam mulia di kantor Pegadaian Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

BENGALURU – Pasar logam mulia global kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Harga emas, perak, dan platinum secara bersamaan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Kondisi ini mendorong investor meninggalkan aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen lindung nilai.

Penguatan logam mulia terjadi setelah kepercayaan pasar terhadap aset Amerika Serikat melemah. Tekanan geopolitik, ketidakpastian kebijakan, serta prospek ekonomi global yang rapuh mempercepat arus modal ke aset safe haven. Reuters melaporkan bahwa sentimen negatif terhadap stabilitas ekonomi AS menjadi pemicu utama reli ini.

Harga Emas Terus Melaju dan Mendekati Level Psikologis US$ 5.000

Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$ 4.951,91 per ons pada pukul 03.58 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor baru di US$ 4.966,59. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,8% ke level US$ 4.952,80. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan investor global terhadap emas sebagai aset perlindungan nilai.

Kyle Rodda, analis pasar senior Capital.com, menilai lonjakan ini menandai pergeseran struktural. Ia menyebut kepercayaan terhadap AS dan aset-asetnya mengalami guncangan serius, sehingga logam mulia menjadi tujuan utama arus investasi global.

Pelemahan Dolar dan Isu Greenland Menguatkan Sentimen Pasar

Penguatan logam mulia juga mendapat dorongan dari melemahnya indeks dolar AS yang mendekati level terendah dalam dua pekan. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas dan perak lebih terjangkau bagi investor luar negeri, sehingga meningkatkan permintaan.

Di sisi geopolitik, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland sempat memicu ketegangan dengan Uni Eropa. Meski ketegangan mereda setelah klarifikasi, sikap Denmark yang menegaskan kedaulatan wilayah tersebut tetap menjaga ketidakpastian geopolitik di pasar global.

Perak dan Platinum Menguat Didukung Permintaan Industri dan Investasi

Harga perak melonjak 2,6% ke level US$ 98,71 per ons setelah sempat menyentuh rekor US$ 99,20. Perak menarik minat investor karena berfungsi ganda sebagai aset lindung nilai dan bahan baku industri. Sementara itu, platinum naik 0,4% ke level US$ 2.639,40 per ons usai mencetak rekor di US$ 2.684,43.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada semester II-2026 turut memperkuat daya tarik logam mulia. Selain itu, meningkatnya kebutuhan perak dan platinum untuk teknologi hijau, termasuk panel surya dan kendaraan listrik, memperkokoh fundamental harga di tengah gejolak global.