Harga Emas Terus Melonjak di India Menjelang Kebijakan Pembatasan Impor

JAKARTA — Harga emas di India terus mencetak lonjakan tajam menjelang rencana pemberlakuan kebijakan pembatasan impor oleh pemerintah. India sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia mengalami kenaikan harga signifikan, seiring pelaku pasar mengantisipasi perubahan tarif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupee.
Mengutip Mining pada Kamis, 22 Januari 2026, para pedagang emas di India menaikkan premi emas hingga menembus level US$ 100 per troy ons. Lonjakan ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir dan mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan bea impor emas dalam waktu dekat.
Pelemahan Rupee Mendorong Kenaikan Premi Emas
Tekanan terhadap pasar emas India semakin menguat setelah nilai tukar rupee merosot ke titik terendah sepanjang sejarah di level 91,7425 per dolar AS pada Rabu, 21 Januari 2026. Pelemahan mata uang tersebut meningkatkan biaya impor dan memicu penyesuaian harga emas fisik di dalam negeri.
Premi emas merupakan biaya tambahan di atas harga spot internasional yang mencakup ongkos pemurnian, manufaktur, distribusi, margin pedagang, serta nilai merek. Kenaikan premi mencerminkan meningkatnya biaya dan risiko yang ditanggung pedagang dalam menghadapi kebijakan fiskal yang berpotensi berubah.
Pedagang Emas Mematok Premi Tertinggi Sejak 2014
Saat ini, pedagang emas batangan di India mengenakan premi hingga US$ 112 per troy ons di atas harga emas domestik resmi. Angka tersebut sudah mencakup bea impor sebesar 6 persen dan pajak penjualan 3 persen, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2014.
Direktur pelaksana CapsGold yang berbasis di Hyderabad, Chanda Venkatesh, menyatakan bahwa pasar berspekulasi pemerintah akan menaikkan bea impor emas dan perak dalam anggaran mendatang. Ia menegaskan bahwa antisipasi kebijakan tersebut mendorong pedagang menaikkan premi di tengah harga emas yang sudah berada di level rekor.
Harga Emas Lokal Mencetak Rekor Baru
Sejalan dengan lonjakan premi, harga emas domestik di India melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 158.339 rupee per 10 gram. Kenaikan ini memperkuat tekanan terhadap konsumen, sekaligus memperbesar nilai impor emas nasional.
Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman dijadwalkan menyampaikan kebijakan anggaran tahun fiskal 2026/2027 pada 1 Februari 2026. Sebelumnya, pemerintah memangkas bea impor emas dari 15 persen menjadi 6 persen pada Juli 2024 untuk menekan penyelundupan.
Lonjakan Harga Menekan Pedagang Posisi Jual
India masih memenuhi sebagian besar kebutuhan emas dan peraknya melalui impor. Lonjakan impor dalam beberapa bulan terakhir memperlebar defisit perdagangan dan menambah tekanan terhadap rupee.
Presiden Asosiasi Emas dan Perhiasan India (IBJA), Prithviraj Kothari, menyatakan bahwa kenaikan harga emas menekan pedagang dengan posisi jual. Kondisi tersebut memaksa mereka membeli kembali emas untuk menutup posisi, sehingga turut mendorong harga naik lebih lanjut.
