Analis Pasar Memproyeksikan Harga Emas Tetap Volatil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Trading Economics mencatat harga emas stabil di tengah dinamika konflik Timur Tengah dan pelemahan dolar AS
Harga emas global bergerak stabil di dekat level US$4.700 per ons pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, setelah mengalami fluktuasi tajam pada sesi sebelumnya. Trading Economics mencatat kondisi ini terjadi ketika investor menilai perkembangan gencatan senjata yang masih rapuh di kawasan Timur Tengah. Selain itu, pasar juga terus mencermati ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa media Iran melaporkan penghentian transit kapal tanker minyak di Selat Hormuz setelah serangan Israel di Lebanon. Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa ketentuan dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar, sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan adanya indikasi bahwa jalur pelayaran tersebut berpotensi kembali dibuka melalui pembicaraan diplomatik lanjutan.
Pelaku pasar menilai pelemahan dolar AS memperkuat pergerakan harga emas global
Pelaku pasar mencatat bahwa pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Kondisi ini membuat emas lebih terjangkau bagi investor global sehingga meningkatkan permintaan. Di sisi lain, harga minyak yang mulai pulih serta kenaikan imbal hasil obligasi memberikan tekanan tambahan pada pergerakan emas di pasar internasional.
Trading Economics juga mencatat bahwa pada perdagangan sebelumnya harga emas sempat melonjak hingga 3,3 persen setelah pengumuman gencatan senjata. Namun demikian, sebagian besar kenaikan tersebut kembali hilang karena investor melakukan aksi ambil untung di tengah reli pasar saham global yang lebih berisiko.
Traders Union memproyeksikan emas bergerak dalam rentang volatil dengan kecenderungan bullish
Traders Union memperkirakan emas akan bergerak dalam kisaran volatil antara US$4.639 hingga US$4.834 dalam periode perdagangan berikutnya. Analisis tersebut menunjukkan bahwa empat indikator tren mingguan memberikan sinyal bullish yang cukup kuat. Oleh karena itu, skenario utama pasar mengarah pada konsolidasi harga dalam rentang tersebut sebelum menentukan arah selanjutnya.
Jika harga menembus level US$4.834, pasar berpotensi mendorong emas menuju level tertinggi baru seiring berlanjutnya momentum penguatan. Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$4.639, emas dapat mengalami tekanan aksi ambil untung. Meski demikian, sentimen umum masih cenderung mendukung posisi pembeli selama level support utama tetap bertahan.
Analis menilai dukungan bank sentral dan ketidakpastian global memperkuat tren emas
Analis Traders Union, Viktoras Karapetjanc, menilai bahwa emas masih memperoleh dukungan kuat dari pembelian bank sentral di berbagai negara. Ia juga menyoroti bahwa ketidakpastian makroekonomi global turut memperkuat tren kenaikan jangka panjang. Selain itu, harga emas yang masih berada di atas rata-rata pergerakan utama menunjukkan bahwa tren bullish tetap terjaga meski tekanan jangka pendek masih muncul.
Karapetjanc menambahkan bahwa risiko geopolitik yang berkelanjutan serta kebijakan moneter yang hati-hati turut menjaga permintaan emas tetap tinggi. Ia menilai bahwa meskipun koreksi harga dapat terjadi, struktur pasar secara keseluruhan masih menguntungkan bagi pembeli selama level support utama tidak ditembus.
