Pakar Ungkap Prospek Harga Emas Pekan Ini dan Pelaku Pasar Mulai Menguji Level Kunci

Analis pasar memproyeksikan harga emas melemah di awal pekan di tengah ketidakpastian geopolitik
Analis pasar memproyeksikan harga emas global bergerak melemah pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, harga emas tetap mencatat penguatan sekitar 1,56% sepanjang pekan sebelumnya, yang menandai tren positif dalam tiga pekan beruntun. Pada akhir pekan lalu, harga emas tercatat turun 0,34% ke level US$ 4.749,46 per troy ons, mencerminkan tekanan jangka pendek di tengah sentimen campuran pasar global.
Pelaku pasar mencatat fluktuasi emas yang tetap tinggi meski sempat mencatat penguatan mingguan
Pelaku pasar mencermati kondisi emas yang tetap bergerak fluktuatif meskipun menunjukkan penguatan secara mingguan. Harga sempat menguat akibat pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan imbal hasil obligasi yang mendorong minat terhadap aset safe haven. Namun, reli tersebut tidak berlangsung stabil karena tekanan jual kembali muncul setelah sentimen positif mulai mereda. Pergerakan harga juga menunjukkan pemulihan dari area sekitar US$ 4.100 per troy ons yang kemudian mendekati rata-rata pergerakan 200 hari.
Analis Forex.com menilai kegagalan diplomasi AS–Iran meningkatkan ketidakpastian pasar global
Analis Forex.com Fawad Razaqzada menilai kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad memperbesar ketidakpastian pasar global. Ia menyebut sentimen pasar sempat menguat setelah munculnya harapan kesepakatan, namun optimisme tersebut kembali memudar setelah negosiasi berakhir tanpa hasil. Kondisi ini juga menahan potensi pembukaan jalur Selat Hormuz dalam waktu dekat, yang kemudian memicu kekhawatiran inflasi akibat potensi kenaikan harga energi global.
Pelaku pasar mengamati faktor makroekonomi global yang membentuk arah pergerakan harga emas
Pelaku pasar kini lebih fokus pada dinamika geopolitik di Timur Tengah dibandingkan data ekonomi rutin. Selain konflik AS–Iran, investor juga mengamati pergerakan dolar Amerika Serikat serta imbal hasil obligasi yang tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas. Meskipun pengaruhnya mulai berkurang, variabel tersebut masih berperan dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap inflasi dan kebijakan moneter global.
