Breaking! Harga Emas Ambruk ke Level US$ 4500, Terendah Sebulan!

Harga Emas Terperosok ke Level Terendah Bulanan Akibat Kekhawatiran Inflasi

Emas batangan

Pasar emas global mengalami tekanan hebat pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Harga emas jatuh ke level terendah dalam empat pekan terakhir. Data Refinitiv mencatat harga penutupan emas berada di angka US$ 4.594,51 per troy ons, yang mencerminkan penurunan sebesar 1,867%. Pelemahan beruntun selama dua hari ini mengakibatkan harga logam mulia tersebut terkoreksi hingga 2,4% dan menyentuh level US$ 4.500 untuk pertama kalinya sepanjang bulan April ini.

Investor Merespons Negatif Penolakan Proposal Perdamaian Iran

Situasi geopolitik memicu pesimisme di kalangan investor. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Keputusan ini membuat pelaku pasar khawatir karena Selat Hormuz tetap tertutup, yang kemudian mendorong harga minyak mentah melambung tinggi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 3% ke posisi US$ 99,93 per barel, sementara harga minyak Brent naik 2,8% menjadi US$ 111,26 per barel. Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Strategist di Zaner Metals, menyatakan bahwa kondisi ini menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi global yang menekan harga emas ke level terendah empat pekan.

Bank Sentral Dunia Menghadapi Tekanan Kebijakan Suku Bunga Tinggi

Perhatian investor kini tertuju pada rangkaian rapat kebijakan moneter dari bank sentral utama. Federal Reserve (The Fed) mengadakan rapat penting pada Selasa dan Rabu waktu Amerika Serikat untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Meskipun emas berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga tinggi justru mengurangi daya tarik aset tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil. Pasar menanti komentar Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Selain The Fed, Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England, dan Bank of Canada juga sedang menyiapkan keputusan kebijakan mereka. Di sisi lain, China meningkatkan impor bersih emas dari Hong Kong menjadi 47,866 ton metrik pada Maret 2026, yang menunjukkan permintaan fisik masih tetap ada di tengah gejolak harga.