Harga Emas Menguat dan Harga Perak Menembus Rekor Baru Menjelang Keputusan The Fed
Pasar Logam Mulia Menguat Saat Investor Mengantisipasi Pemangkasan Suku Bunga
Harga emas dan perak bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 10 Desember 2025, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Kenaikan ini mencerminkan respons investor yang mulai memperkuat posisi pada aset lindung nilai menjelang keputusan penting The Federal Reserve.
Hingga pukul 06.43 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat naik 0,02% ke level US$4.210,08 per troy ons. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya ketika harga emas naik 0,49% dan ditutup di posisi US$4.209,32 per troy ons, setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut.
Harga Perak Melonjak Tajam dan Menyentuh Level Tertinggi Baru
Sejalan dengan emas, harga perak menunjukkan penguatan yang jauh lebih agresif. Logam putih ini melonjak hingga menembus level US$60 per troy ons dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan harga perak didorong oleh kombinasi permintaan industri yang kuat dan keterbatasan pasokan global.
Pelaku pasar menilai sektor energi surya, kendaraan listrik, pusat data, dan kecerdasan buatan terus meningkatkan kebutuhan perak dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi tersebut membuat perak berada dalam tren naik yang solid, terutama saat persediaan global semakin menipis.
Ekspektasi The Fed Memperkuat Sentimen Positif
Optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed turut memperkuat pergerakan logam mulia. Pasar kini melihat peluang sekitar 87% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan pekan ini. Ekspektasi tersebut mendorong minat investor pada emas dan perak yang dinilai lebih menarik saat suku bunga rendah.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid. Laporan JOLTS mencatat jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 7,67 juta pada Oktober, melampaui ekspektasi pasar. Namun, data tersebut tidak banyak memengaruhi pergerakan harga emas.
Investor Memproyeksikan Tren Naik Berlanjut
Pelaku pasar memandang lonjakan perak sebagai katalis tambahan bagi penguatan emas. Kombinasi permintaan industri, pembelian spekulatif, serta kebijakan moneter yang lebih longgar membuat prospek logam mulia tetap positif.
Sejumlah analis memperkirakan harga perak berpotensi bergerak menuju US$70 per troy ons pada paruh pertama 2026. Pada saat yang sama, emas dinilai berada di jalur menuju level US$5.000 per troy ons jika sentimen global tetap mendukung.
