Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Dipicu Tarif Greenland Trump

Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Setelah Ancaman Tarif Trump

ilustrasi harag emas. (Foto: AP/ Vahid Salemi)

Harga emas dunia kembali menembus rekor tertinggi pada Senin, 19 Januari 2026, di tengah lonjakan permintaan aset safe haven akibat ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap negara-negara Eropa terkait Greenland. Investor global bergerak cepat membeli emas untuk melindungi nilai asetnya dari ketidakpastian geopolitik yang meningkat.

Trump Dorong Lonjakan Permintaan Emas Lewat Ancaman Tarif

Trump menyatakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, akan mengenakan gelombang tarif tambahan kepada sekutu Eropa hingga Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland. Pernyataan ini memicu kekhawatiran pasar mengenai masa depan pulau Arktik milik Denmark dan potensi ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa. Para duta besar Uni Eropa kemudian mencapai kesepakatan untuk meningkatkan diplomasi sekaligus menyiapkan langkah balasan jika tarif benar-benar diterapkan.

Harga Emas Capai US$ 4.689,39 per Ons Troi

Data pasar mencatat harga emas dunia naik 1,51% menjadi US$ 4.664,25 per ons troi saat berita ditulis, setelah sempat menembus US$ 4.689,39 per ons, rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melonjak 1,67% ke US$ 4.672,05 per ons troi. Analis senior StoneX, Matt Simpson, menyatakan ketegangan geopolitik mendorong investor untuk membeli emas sebagai lindung nilai, memperkuat tren bullish logam mulia ini.

Investor Waspadai Ketidakpastian Geopolitik

Simpson menambahkan, konflik Greenland menunjukkan ancaman nyata yang dapat mempercepat ketidakseimbangan politik di Eropa dan mempengaruhi masa depan NATO. Investor disarankan memantau perkembangan tarif dan situasi geopolitik karena setiap langkah baru dapat langsung memengaruhi harga emas. Situasi ini menegaskan posisi emas sebagai instrumen aman yang diminati ketika risiko global meningkat.