Harga Emas Antam Meledak Rp 159.000 dan Mendominasi Berita Terpopuler Investor.id

Investor.id mencatat lonjakan harga emas Antam sebagai berita paling banyak dibaca
JAKARTA – Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi sorotan utama pembaca investor.id sepanjang sepekan hingga Minggu (25/1/2026). Lonjakan tajam harga emas Antam mendorong berita ini menempati posisi teratas dalam daftar berita terpopuler, mengungguli kabar pasar saham dan korporasi besar lainnya.
Sepanjang periode 19–24 Januari 2026, harga emas Antam melonjak kumulatif Rp 159.000 per gram. Kenaikan agresif tersebut mengejutkan pelaku pasar sekaligus mempertegas emas sebagai instrumen lindung nilai yang kembali diburu masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain mencatat kenaikan signifikan, emas Antam juga mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah pada Sabtu (24/1/2026). Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam turut melonjak, memperkuat sentimen positif bagi investor ritel maupun pemegang emas jangka panjang.
Pergerakan saham perbankan besar menarik perhatian pembaca pasar modal
Selain emas, pembaca investor.id juga mencermati perbedaan nasib dua saham perbankan raksasa, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selama periode 19–23 Januari 2026, investor asing aktif mengoleksi saham BBRI dan menjadikannya saham dengan pembelian asing terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Sebaliknya, saham BBCA justru menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing. Secara keseluruhan, pasar saham domestik mencatatkan aksi jual bersih asing sebesar Rp 3,25 triliun dalam sepekan, berbalik arah dibandingkan pekan sebelumnya yang masih mencetak beli bersih.
Tekanan pasar menyeret saham-saham tertentu jatuh tajam
Tekanan pasar juga membuat sejumlah saham terpuruk dalam sepekan perdagangan. Sebanyak 10 saham tercatat mengalami penurunan tajam dengan koreksi harga berkisar 18% hingga 31%. Saham YELO dan KIOS termasuk dalam daftar emiten yang mencatatkan penurunan terdalam dan memicu kerugian besar bagi investor.
Aksi jual asing terus menekan saham BUMI
Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sasaran aksi jual investor asing. Sepanjang periode 19–23 Januari 2026, BUMI mencatatkan nilai jual bersih asing terbesar kedua setelah BBCA. Tekanan jual berulang membuat pergerakan saham BUMI terus berada di bawah tekanan pasar.
Harga emas perhiasan ikut menjadi perhatian menjelang akhir pekan
Minat pembaca juga tertuju pada perkembangan harga emas perhiasan. Pada Minggu (25/1/2026), harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi tercatat stabil. Faktor permintaan industri, nilai tukar, serta kebijakan bank sentral terus memengaruhi dinamika harga emas perhiasan di pasar domestik.
