Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Turun Lagi, Saatnya Beli!

Harga Emas Antam Kembali Turun, Investor Pantau Peluang Beli di Awal Pekan

Suasana gerai ANTAM di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta, Minggu (6/5/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar logam mulia setelah harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam Logam Mulia melemah pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Penurunan ini memperpanjang fase koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan memicu perhatian investor yang tengah mencari momentum masuk.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com yang tercatat pada pukul 08.24 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.795.000 per batang. Harga tersebut turun Rp1.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan yang sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Meski sempat mencatat penguatan dalam perdagangan sebelumnya, harga emas kembali bergerak melemah seiring meningkatnya tekanan dari pasar global.

Harga Buyback Antam Ikut Terkoreksi di Tengah Tekanan Pasar

Selain harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami penyesuaian. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat di level Rp2.585.000 per gram atau turun Rp1.000 dibandingkan posisi sebelumnya.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar emas domestik masih merespons dinamika global yang belum stabil. Investor pun mulai mencermati arah pergerakan logam mulia untuk menentukan strategi investasi berikutnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap emas masih datang dari ketidakpastian geopolitik dan perkembangan ekonomi global. Kondisi tersebut membuat pergerakan emas cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Harga Emas Dunia Menekan Sentimen Logam Mulia

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas global pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 06.50 WIB tercatat di level US$4.613,18 per troy ons atau melemah 0,01%.

Sebelumnya, pada penutupan akhir pekan lalu, harga emas dunia turun 0,17% ke posisi US$4.613,62 per troy ons. Dalam sepekan, harga logam mulia bahkan terkoreksi hingga 2,02%.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan sentimen geopolitik, khususnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi harga minyak, emas, dan pasar keuangan global.

Analis dari JM Financial Services, Pranav Mer, menyebut perhatian pasar pekan ini akan tetap tertuju pada perkembangan negosiasi geopolitik dan dampaknya terhadap aset safe haven.

Dengan kondisi tersebut, investor emas di pasar domestik diperkirakan akan terus memantau peluang akumulasi sambil menunggu arah pasar global yang lebih jelas.