Harga Emas Antam Memimpin Daftar Berita Populer Pasar Keuangan

Lonjakan Harga Emas Antam Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
JAKARTA — Pergerakan harga emas Antam menjadi sorotan utama pembaca investor.id hingga Rabu, 21 Januari 2026. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk melonjak signifikan dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Data laman Logam Mulia menunjukkan harga emas Antam naik bertahap sejak Selasa, 20 Januari 2026, sebelum akhirnya meledak Rp 35.000 per gram pada Rabu. Kenaikan ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai favorit di tengah gejolak pasar global.
Harga Emas Perhiasan Menjaga Stabilitas di Tengah Dinamika Pasar
Selain emas batangan, harga emas perhiasan juga menarik perhatian pembaca. Pada Rabu, 21 Januari 2026, harga emas perhiasan terpantau stabil di berbagai gerai utama. Kondisi ini mencerminkan upaya pelaku usaha menjaga keseimbangan harga di tengah fluktuasi emas global. Stabilitas tersebut mendorong masyarakat tetap aktif memantau pasar untuk menentukan waktu terbaik dalam bertransaksi.
Tekanan Jual Menyeret Saham Perbankan Besar ke Zona Merah
Pasar saham turut mencatatkan berita populer setelah saham perbankan papan atas mengalami tekanan. Saham PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk kompak melemah pada sesi I perdagangan Rabu. Pelemahan ini sejalan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan yang turun lebih dari satu persen akibat aksi jual investor.
Harga Perak Antam Melanjutkan Reli dan Menembus Rekor Baru
Di sisi lain, harga perak murni Antam juga mencuri perhatian. Pada Rabu, 21 Januari 2026, harga perak Antam kembali menguat dan menembus level tertinggi baru di atas Rp 59.000 per gram. Penguatan beruntun ini mempertegas tren positif logam mulia selain emas, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Kejatuhan Harga Bitcoin Mengguncang Pasar Kripto Global
Pasar kripto melengkapi daftar berita populer dengan koreksi tajam harga Bitcoin. Pada Rabu pagi, harga Bitcoin jatuh signifikan dan menyeret kapitalisasi pasar kripto global turun drastis. Sentimen negatif berasal dari gejolak pasar obligasi Jepang serta meningkatnya kekhawatiran perang tarif global, yang mendorong investor melepas aset berisiko.
