Bank Sentral Global Mempercepat Aksi Beli Emas pada Kuartal Pertama 2026

Bank Sentral Dunia Menambah Cadangan Emas secara Signifikan
World Gold Council (WGC) melaporkan percepatan laju pembelian emas oleh bank sentral global pada kuartal pertama 2026. Lembaga ini mencatat total pembelian bersih mencapai 244 ton, meningkat signifikan dibandingkan capaian 208 ton pada kuartal sebelumnya. Penurunan harga emas di pasar dunia memicu gelombang pembelian besar-besaran ini, yang sekaligus berhasil mengimbangi aksi penjualan yang dilakukan oleh sejumlah bank sentral lainnya.
Sejumlah Negara Memperkuat Cadangan Emas di Tengah Aksi Jual Negara Lain
Bank sentral Polandia, Uzbekistan, dan Tiongkok memimpin aksi beli ini sebagai pembeli emas terbesar sepanjang kuartal tersebut. Langkah strategis ini terjadi beriringan dengan kebijakan bank sentral lain yang justru mengurangi kepemilikan aset mereka. Tercatat bahwa Turki, Rusia, dan Azerbaijan melepas sekitar 115 ton emas selama periode tiga bulan pertama tahun 2026. Pemerintah Turki menjual cadangan emas untuk menstabilkan mata uang di tengah situasi perang, sementara Rusia memenuhi defisit anggaran, dan Azerbaijan menyesuaikan portofolio aset mereka sesuai batas ketentuan yang berlaku.
Koreksi Harga Membuka Peluang Pembelian Strategis bagi Bank Sentral
Koreksi harga emas terjadi setelah ketegangan konflik antara AS dan Iran memengaruhi pasar global secara luas. Lonjakan harga energi mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral untuk menekan inflasi, yang pada akhirnya membebani harga komoditas logam mulia tersebut. John Reade, kepala strategi di World Gold Council yang berbasis di London, mengonfirmasi kondisi ini sebagai momen penting bagi otoritas moneter. Ia menjelaskan bahwa banyak bank sentral memanfaatkan penurunan harga untuk masuk ke pasar dan mengakumulasi cadangan emas dalam jumlah besar yang sebelumnya mungkin tertunda karena fluktuasi harga yang tinggi.
