Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Anjlok Semua

Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam, dan Antam Retro Kompak Turun pada Perdagangan 5 Mei 2026

Seorang konsumen membeli emas Logam Mulia di Butik Emas di Galeri 24, Jakarta, Senin (2/6/2025). Harga emas Logam Mulia produksi PT Antam Tbk, kembali terbang pada hari ini. (CNBC Indonesia/Trisusilo)

Galeri 24 Menurunkan Harga Seluruh Produk Emas di Tengah Pelemahan Pasar

Jakarta mencatat pergerakan harga emas yang melemah pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Galeri 24 menyesuaikan harga jual seluruh produk logam mulia yang dipasarkan kepada konsumen, mulai dari emas Galeri 24, Antam, UBS, hingga Antam Retro. Koreksi harga ini terjadi di tengah tekanan pasar emas global yang masih berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Galeri 24 tetap menyediakan berbagai pilihan logam mulia dengan ukuran beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Namun pada perdagangan hari ini, seluruh produk emas yang tersedia mengalami penyesuaian harga ke level yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas Galeri 24 untuk ukuran 1 gram tercatat berada di level Rp2.782.000. Nilai tersebut turun dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp2.788.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan adanya koreksi sebesar Rp6.000 dalam satu hari perdagangan.

Sementara itu, emas Antam ukuran 1 gram juga ikut melemah. Produk tersebut kini dipasarkan di level Rp2.907.000 per gram, atau turun Rp1.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp2.908.000 per gram.

Produk UBS dan Antam Retro Ikut Mengalami Koreksi Harga

Selain emas Galeri 24 dan Antam, produk emas UBS juga mengalami penurunan harga. Emas UBS ukuran 1 gram pada perdagangan hari ini dibanderol Rp2.796.000 per gram. Harga tersebut lebih rendah Rp6.000 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp2.802.000 per gram.

Di sisi lain, emas Antam Retro mencatat koreksi paling dalam dibanding produk lain. Harga emas Antam Retro ukuran 1 gram turun menjadi Rp2.829.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.838.000 per gram. Dengan demikian, produk ini mengalami penurunan sebesar Rp9.000 dalam satu hari.

Pergerakan harga yang melemah secara serentak ini memperlihatkan bahwa pasar emas domestik masih merespons tekanan global. Fluktuasi harga emas dunia, penguatan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi suku bunga global masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi harga logam mulia di pasar lokal.

Meski demikian, koreksi harga seperti ini sering dimanfaatkan sebagian investor untuk menambah kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai jangka panjang. Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat menentukan arah harga emas dalam beberapa hari ke depan.