Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 10 April 2026, Cek Update-nya

Analis Mendorong Harga Emas Menuju Level US$ 5.500 per Troy Ons di Tengah Dinamika Pasar Global

Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

State Street Investment Management Menilai Harga Emas Tetap Menguat di Tengah Tekanan Jangka Pendek

Pasar global tetap menunjukkan optimisme terhadap pergerakan harga emas meskipun koreksi jangka pendek masih terjadi di tengah dinamika ekonomi dunia. Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi serta ekspektasi suku bunga tinggi terus memengaruhi arah pergerakan aset logam mulia tersebut. Dalam situasi ini, pelaku pasar tetap menempatkan emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai yang relevan di tengah ketidakpastian global.

State Street Investment Management Memproyeksikan Emas Berpeluang Menyentuh US$ 5.500 per Troy Ons

Analis komoditas dari State Street Investment Management yang dipimpin Aakash Doshi menyampaikan bahwa emas masih memiliki ruang penguatan yang signifikan. Mereka menilai terdapat peluang sekitar 50% bahwa harga emas dapat bergerak di kisaran US$ 4.750 hingga US$ 5.500 per troy ons hingga akhir tahun. Namun demikian, proyeksi tersebut tetap disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

State Street Investment Management Mengoreksi Ekspektasi Kenaikan Harga Emas Ekstrem

Meskipun tetap mempertahankan pandangan positif, State Street Investment Management menurunkan tingkat optimisme terhadap lonjakan harga emas yang lebih tinggi. Perusahaan tersebut memangkas peluang kenaikan ke kisaran US$ 5.500 hingga US$ 6.250 per troy ons dari 35% menjadi 30%. Di sisi lain, analis juga menegaskan bahwa kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.100 per troy ons tetap berfungsi sebagai batas bawah yang relatif kuat bagi pergerakan harga emas.

Analis Menjelaskan Kebijakan The Fed Memicu Koreksi Harga Emas

Para analis menilai tekanan yang terjadi pada harga emas tidak mencerminkan pelemahan permintaan secara struktural di pasar global. Mereka menjelaskan bahwa koreksi lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Federal Reserve serta tingginya imbal hasil riil yang memperkuat dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas dalam jangka pendek.

State Street Investment Management Mendorong Investor Mengutamakan Tren Jangka Panjang Emas

Di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung, State Street Investment Management menekankan pentingnya fokus pada tren jangka panjang emas. Mereka menilai faktor struktural tetap mendukung prospek emas meskipun tekanan siklus seperti suku bunga dan imbal hasil riil masih membayangi. Oleh karena itu, investor dinilai perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi fluktuasi harga jangka pendek yang terjadi di pasar.