Harga Emas Anjlok 12% Sepanjang Maret, Penurunan Terparah Sejak 2013

Harga Emas Dunia Terkoreksi 12 Persen Sepanjang Maret 2026

Ke depan, World Gold Council menemukan fundamental mulai kembali menguat karena dolar kesulitan mempertahankan kenaikannya dan aliran ETF pada awal April 2026 berubah positif.

World Gold Council mencatat penurunan terdalam harga emas sejak 2013

Harga emas dunia mencatat koreksi tajam sepanjang Maret 2026 setelah mengalami tekanan beruntun di pasar global. Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) melaporkan harga emas turun sekitar 12% ke level US$ 4.608 per ons troi. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Juni 2013, meskipun secara tahunan emas masih bertahan di zona positif. WGC menjelaskan bahwa pelemahan tersebut terutama dipicu oleh faktor momentum yang mempercepat aksi jual di pasar komoditas global.

Arus keluar ETF dan aksi jual COMEX menekan harga emas global

Tekanan terhadap harga emas semakin kuat ketika investor global menarik dana besar dari produk investasi berbasis emas. WGC mencatat ETF emas global mengalami arus keluar hingga sekitar US$ 12 miliar atau setara 84 ton emas sepanjang Maret 2026. Amerika Utara dan Eropa mencatat penarikan terbesar, sementara Asia justru membukukan arus masuk sekitar US$ 1,9 miliar yang menunjukkan strategi pembelian saat harga turun. Selain itu, tekanan juga muncul dari pelepasan posisi beli di bursa COMEX serta aksi jual berbasis algoritma setelah harga menembus level teknikal penting. Kondisi tersebut diperburuk oleh kebutuhan likuiditas investor yang melakukan margin call di tengah volatilitas pasar saham global.

Analis menilai ketidakpastian geopolitik membatasi penguatan emas jangka pendek

Sejumlah analis menilai tekanan harga emas tidak hanya berasal dari faktor teknikal, tetapi juga dari ketidakpastian geopolitik global. Aktivitas gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran memang sempat mendorong harga mendekati US$ 4.800 per ons, namun sentimen itu tidak bertahan lama. Analis futures dan forex Christopher Vecchio menilai pasar masih sulit menguat karena risiko geopolitik belum mereda secara meyakinkan. Ia menyoroti potensi aksi likuidasi jika ketidakpastian terus berlanjut, meski ia tetap mempertahankan pandangan positif untuk jangka panjang. Sementara itu, strategi komoditas Saxo Bank menekankan bahwa pasar masih membutuhkan kepastian stabilitas konflik dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve sebelum tren kenaikan berlanjut.

Prospek April menunjukkan potensi stabilisasi seiring melemahnya dolar AS

Memasuki April 2026, WGC mencatat tanda-tanda awal stabilisasi harga emas seiring melambatnya penguatan dolar AS. Arus dana ETF mulai kembali masuk ke pasar, meski risiko fluktuasi masih membayangi akibat kondisi makroekonomi global. Faktor seperti pergerakan harga minyak dan potensi deleveraging aset masih menjadi risiko utama bagi pasar emas. Namun demikian, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Dalam jangka menengah, investor masih mempertahankan pandangan positif terhadap emas meskipun volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi.