Harga Emas Dunia Mengarah ke Perubahan Arah di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Pengamat pasar memproyeksikan peluang penguatan emas global namun tetap membuka risiko koreksi tajam
JAKARTA – Pergerakan harga emas dunia diperkirakan memasuki fase perubahan arah pada periode perdagangan terbaru. Kondisi ini muncul seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan moneter global yang masih berlangsung.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga emas masih memiliki peluang penguatan yang cukup besar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa risiko koreksi tetap terbuka lebar di tengah volatilitas pasar yang meningkat.
Pengamat pasar memproyeksikan emas berpeluang menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons
Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa harga emas berpotensi menguat hingga level resisten pertama di US$ 4.897 per troy ons. Ia kemudian menyebutkan bahwa pergerakan lanjutan dapat membawa harga emas menembus level psikologis di atas US$ 5.000 per troy ons.
Ia bahkan memperkirakan skenario penguatan lebih lanjut dapat mendorong harga menuju kisaran US$ 5.138 per troy ons. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kuatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Pengamat pasar menilai risiko koreksi emas tetap terbuka di tengah volatilitas pasar
Di sisi lain, Ibrahim juga mengingatkan bahwa koreksi harga emas masih mungkin terjadi. Ia menyebutkan bahwa support pertama berada di level US$ 4.638 per troy ons, sementara support kedua berada di US$ 4.358 per troy ons.
Ia menilai tekanan tersebut muncul akibat dinamika pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga.
Pengamat pasar menyoroti pengaruh kegagalan negosiasi AS dan Iran terhadap harga emas
Ibrahim menjelaskan bahwa pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi Pakistan. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan sehingga menambah ketidakpastian pasar global.
Ia juga menambahkan bahwa potensi gangguan di jalur logistik seperti Terusan Suez dapat mendorong kenaikan harga emas karena meningkatnya risiko inflasi. Selain itu, ia menilai kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang baru juga akan ikut memengaruhi arah pergerakan emas ke depan.
Pengamat pasar menilai kebijakan suku bunga AS ikut menentukan arah harga emas
Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti rencana kebijakan moneter Amerika Serikat di bawah kepemimpinan baru yang diperkirakan mulai berlaku pada Mei. Ia menilai arah kebijakan suku bunga akan sangat menentukan sentimen pasar emas global.
Ia menyebutkan bahwa jika suku bunga diturunkan, maka harga emas berpotensi mendapatkan dorongan positif karena meningkatnya daya tarik aset lindung nilai di pasar internasional.
