Pegadaian Menurunkan Harga Emas UBS dan Galeri24 pada Hari Pertama Lebaran 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
Pegadaian memangkas harga emas UBS dan Galeri24 pada Sabtu, 21 Maret 2026
Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak melemah pada hari pertama Lebaran 2026. Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian dari Karawang pada Sabtu (21/3/2026) pukul 08.13 WIB, kedua produk emas itu sama-sama turun Rp 28.000 per gram.
Harga emas UBS kini berada di level Rp 2.944.000 per gram, turun dari Rp 2.972.000 per gram pada perdagangan sebelumnya. Galeri24 juga bergerak turun ke Rp 2.930.000 per gram dari posisi Rp 2.958.000 per gram. Pergerakan serempak ini menunjukkan tekanan yang masih membayangi pasar emas ritel di tengah perubahan sentimen global.
Pegadaian menampilkan harga Galeri24 dan UBS dalam berbagai pecahan
Pegadaian tetap menawarkan emas Galeri24 mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Untuk UBS, Pegadaian menyediakan ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sehingga pembeli bisa menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan masing-masing.
Pada Galeri24, harga 0,5 gram tercatat Rp 1.537.000 dan 1 gram berada di Rp 2.930.000. Selanjutnya, 2 gram dijual Rp 5.790.000, 5 gram Rp 14.368.000, dan 10 gram Rp 28.659.000. Untuk ukuran lebih besar, 25 gram dibanderol Rp 71.264.000, 50 gram Rp 142.415.000, 100 gram Rp 284.689.000, 250 gram Rp 709.975.000, 500 gram Rp 1.419.949.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.839.898.000.
Sementara itu, emas UBS 0,5 gram dijual Rp 1.591.000 dan 1 gram dipatok Rp 2.944.000. Ukuran 2 gram berada di Rp 5.843.000, 5 gram Rp 14.438.000, 10 gram Rp 28.740.000, 25 gram Rp 71.670.000, 50 gram Rp 143.044.000, 100 gram Rp 285.975.000, 250 gram Rp 714.727.000, dan 500 gram Rp 1.427.776.000.
Harga emas dunia melemah dan menekan pasar logam mulia
Koreksi harga emas Pegadaian terjadi setelah harga emas dunia ikut melemah tajam pada Jumat, 20 Maret 2026 waktu Jakarta. Investor mengkhawatirkan dampak ekonomi dari perang Amerika Serikat dan Iran, sehingga pasar logam mulia mengalami aksi jual besar-besaran.
Mengutip CNBC, harga kontrak berjangka emas turun 0,7 persen menjadi USD 4.574,90 per ounce. Sepanjang pekan tersebut, emas anjlok 9,6 persen dan mencatat kerugian mingguan terbesar sejak September 2011. Harga perak juga ikut terkoreksi, sementara saham tambang dan ETF berbasis emas dan perak tertekan di berbagai pasar.
Ketegangan Iran-AS dan volatilitas energi ikut memicu tekanan
Sentimen global semakin rapuh karena konflik Iran-AS terus berlangsung dan memicu kekhawatiran terhadap gangguan energi. Harga minyak sempat menyentuh USD 112 per barel pada perdagangan Jumat, menambah tekanan inflasi di pasar global.
The Fed mempertahankan suku bunga tetap, sementara Bank of Japan juga mengambil langkah serupa. Kondisi ini membuat investor cenderung menunggu arah baru sebelum kembali masuk ke aset logam mulia.
