Berapa Harga Emas Hari Ini 25 Maret 2026? Ini Rincian Antam-Pegadaian!

Harga Emas Menguat Tipis pada 25 Maret 2026 di Tengah Rebound Global

Harga emas hari ini 25 Maret 2026.

Antam Menaikkan Harga Emas Batangan Rp 7.000 per Gram

Harga emas pada Rabu, 25 Maret 2026, mulai menunjukkan pemulihan setelah beberapa hari sebelumnya bergerak melemah. Di pasar domestik, emas Antam di Butik Logam Mulia Makassar naik Rp 7.000 per gram dan kini berada di level Rp 2.850.000 per gram.

Meski naik, harga itu masih lebih rendah dibandingkan pekan lalu. Pada Rabu, 18 Maret 2026, harga emas Antam tercatat Rp 2.996.000 per gram, sehingga pasar masih menyimpan selisih yang cukup lebar. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga emas belum sepenuhnya keluar dari tekanan.

Pegadaian Menampilkan Harga Beragam untuk Antam, Galeri 24, dan UBS

Di Pegadaian, harga emas juga bergerak sesuai jenis produknya. Emas Antam tercatat Rp 2.943.000 per gram untuk ukuran 1 gram, sementara Galeri 24 berada di Rp 2.838.000 per gram dan UBS dipatok Rp 2.852.000 per gram.

Perbedaan harga itu muncul pada seluruh pecahan. Antam 0,5 gram dijual Rp 1.524.000, Galeri 24 0,5 gram berada di Rp 1.489.000, dan UBS 0,5 gram tercatat Rp 1.541.000. Untuk ukuran lebih besar, Antam 100 gram dibanderol Rp 288.260.000, sedangkan Galeri 24 dan UBS sama-sama menyesuaikan harga sesuai daftar resminya.

Harga Emas Dunia Memantul Setelah Tekanan Beberapa Hari

Pemulihan juga terlihat di pasar global. Pada laman Gold Price, harga emas dunia tercatat 147,06 dolar AS per gram, naik 5,45 dolar AS atau 3,85 persen. Kenaikan ini menandai rebound setelah tekanan tajam yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Laporan dari The Economic Times, baonghean.vn, dan Vietnam.vn juga menunjukkan pola serupa. Media tersebut mencatat harga emas global kembali menguat di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset aman saat ketidakpastian masih berlangsung.

Pasar Merespons Dolar AS, Aksi Ambil Untung, dan Geopolitik

Harga emas sempat turun karena dolar AS menguat, investor mengambil untung, dan sentimen pasar berubah cepat. Namun, pada 25 Maret 2026, pasar berbalik arah karena permintaan safe haven meningkat dan dolar AS melemah.

Dengan kondisi yang masih fluktuatif, harga emas belum memasuki fase stabil. Pelaku pasar tetap memantau arah dolar, kebijakan suku bunga, dan perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan beli atau jual.