Harga Emas Antam Logam Mulia Bangkit dan Naik Rp30.000 Setelah Tertekan Dua Hari

Jakarta – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam akhirnya kembali menguat pada perdagangan Jumat, 1 Mei 2026. Setelah mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut, logam mulia Antam berhasil mencatat kenaikan yang memberi sentimen positif bagi investor.
Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com yang dipantau pukul 08.30 WIB di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, harga emas Antam ukuran 1 gram kini dipasarkan di level Rp2.799.000 per batang.
Nilai tersebut naik Rp30.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi titik balik setelah harga emas Antam sebelumnya tertekan cukup dalam.
Antam Menghentikan Tren Penurunan Setelah Harga Sempat Ambles
Penguatan harga hari ini menjadi kabar positif bagi pelaku pasar logam mulia. Dalam dua hari sebelumnya, harga emas Antam tercatat telah terkoreksi hingga Rp45.000.
Tekanan tersebut sempat membuat investor menahan transaksi sambil menunggu arah pergerakan pasar. Namun, pemulihan yang terjadi pada awal Mei menunjukkan minat beli mulai kembali muncul di pasar emas fisik.
Kenaikan harga ini juga memberi sinyal bahwa pasar mulai merespons perubahan sentimen global yang sebelumnya menekan pergerakan logam mulia.
Harga Buyback Antam Ikut Melonjak dan Menguat Tajam
Selain harga jual, Antam juga menaikkan harga pembelian kembali atau buyback pada perdagangan hari ini. Harga buyback kini berada di level Rp2.589.000 per gram.
Posisi tersebut melonjak Rp40.000 dibandingkan harga sebelumnya. Penguatan buyback menjadi faktor penting bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan atau melakukan penyesuaian portofolio investasi.
Kenaikan buyback yang lebih tinggi dibandingkan harga jual menunjukkan permintaan pasar terhadap logam mulia masih cukup solid.
Investor Kembali Mencermati Peluang Setelah Harga Emas Berbalik Arah
Pergerakan positif emas Antam pada awal Mei memberi optimisme baru di pasar domestik. Setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan, investor kini kembali memantau peluang akumulasi di tengah volatilitas harga global.
Dengan perubahan arah yang terjadi, pasar emas diperkirakan tetap bergerak dinamis, terutama mengikuti sentimen dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga global, dan ketegangan geopolitik internasional.
