Aksi Beli Emas Masuk Babak Baru

Bank Sentral China Beli 5 Ton Emas dan Dorong Tren Pasar Global

Ilustrasi emas batangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Bank Rakyat China Catat Pembelian Emas Terbesar Sejak Februari 2025

JAKARTA – Bank Sentral China, Bank Rakyat China (PBOC), kembali meningkatkan kepemilikan emasnya dengan membeli 5 ton pada Maret 2026, menurut data terbaru yang dikutip dari Kitco News pada Rabu, 8 April 2026. Pembelian ini menjadi yang terbesar sejak Februari 2025 dan menandai peningkatan bulanan ke-17 secara berturut-turut.

WGC Tegaskan China Perkuat Yuan Lewat Kepemilikan Emas

Krishan Gopaul, analis senior EMEA di World Gold Council (WGC), menyatakan bahwa kepemilikan emas China kini mencapai 2.313 ton. Menurut Gopaul, langkah ini menunjukkan strategi China memperkuat nilai yuan dan memposisikannya sebagai mata uang cadangan global. Meskipun pasar emas global mengalami volatilitas, China tetap memprioritaskan akumulasi emas untuk mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.

Bank Sentral Tetap Beli Emas Meski Harga Turun

Para analis WGC menyoroti bahwa pembelian emas bank sentral tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi harga. Pada bulan lalu, harga emas mencatat penurunan terburuk sebesar 11,5%, tetapi China tetap melakukan akumulasi, memanfaatkan koreksi harga untuk membeli secara oportunistik. Tren ini menunjukkan komitmen jangka panjang China terhadap strategi cadangan emasnya meski menghadapi tekanan pasar global.

Turki Justru Catat Penurunan Cadangan Emas Resmi

Sementara China terus menambah cadangan, Bank Sentral Turki melaporkan penurunan 69,1 ton emas pada bulan sebelumnya, menjadikan total penurunan lebih dari 118 ton. WGC menilai ini sebagai penurunan terbesar cadangan emas Turki sejak 2013. Beberapa analis menduga langkah ini terkait kebutuhan pemerintah Turki untuk memonetisasi cadangan demi menstabilkan perekonomian di tengah gejolak geopolitik.

Tren Pembelian Emas Bank Sentral Dorong Aktivitas Pasar

Aksi beli emas oleh bank sentral seperti China mendorong tren positif di pasar global. Permintaan tetap tinggi meskipun harga bergerak fluktuatif, mencerminkan kepercayaan investor pada emas sebagai aset safe haven. Aktivitas ini juga memberikan sinyal bagi negara lain untuk menyesuaikan strategi cadangan emas mereka demi menjaga stabilitas mata uang dan ekonomi nasional.