Harga Emas Melemah dan Hoaks Seputar Logam Mulia Meningkat di Media Sosial
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
Penurunan harga emas Antam dan stabilnya harga Pegadaian terjadi usai Lebaran
Harga emas dunia yang melemah pada akhir pekan lalu langsung berdampak pada pasar domestik. Pada Senin, 23 Maret 2026, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 50.000 per gram pada perdagangan awal pekan setelah Idul Fitri.
Di saat yang sama, harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) tidak mengalami perubahan. Stabilnya harga di Pegadaian menunjukkan adanya penyesuaian berbeda di tengah tekanan pasar global yang masih berlangsung.
Penyebaran hoaks memanfaatkan momentum penurunan harga emas
Penurunan harga emas justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi menyesatkan di media sosial. Sejumlah konten hoaks terkait emas beredar luas dan menarik perhatian publik.
Kanal Cek Fakta Liputan6.com kemudian menelusuri berbagai klaim tersebut dan menemukan sejumlah informasi yang tidak benar. Hoaks tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Hoaks tudingan suap emas yang menyeret nama tokoh nasional beredar luas
Salah satu hoaks yang beredar menyebut Bupati Lampung Tengah mengaku memberikan uang suap dan emas batangan kepada mantan Presiden Joko Widodo. Klaim ini muncul dalam bentuk tangkapan layar artikel yang disebarkan melalui media sosial sejak Desember 2025.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut tidak terbukti benar. Narasi yang beredar merupakan manipulasi konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Video patung emas Paus Fransiskus terbukti tidak sesuai klaim
Selain itu, beredar pula video yang diklaim sebagai proses pembuatan patung Paus Fransiskus dari emas murni. Video berdurasi singkat tersebut menampilkan dua orang sedang memahat patung berwarna emas.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak akurat. Video tersebut tidak berkaitan dengan pembuatan patung emas seperti yang disebutkan dalam narasi yang menyertainya.
Hoaks ajakan sumbangan emas oleh pejabat juga dipastikan tidak benar
Hoaks lainnya menyebut Menteri BUMN Erick Thohir meminta masyarakat menyumbangkan uang dalam bentuk emas demi kemajuan ekonomi Indonesia. Klaim ini beredar melalui unggahan yang mencatut tampilan media arus utama.
Setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Konten tersebut merupakan hasil manipulasi yang bertujuan menarik perhatian publik dengan memanfaatkan nama tokoh terkenal.
Kanal Cek Fakta terus mengedukasi publik untuk melawan hoaks
Liputan6.com melalui kanal Cek Fakta terus berupaya meningkatkan literasi media di tengah maraknya informasi palsu. Sejak 2018, kanal ini aktif melakukan verifikasi berbagai klaim yang beredar di ruang digital.
Sebagai bagian dari International Fact Checking Network (IFCN), Cek Fakta Liputan6.com berkomitmen menjaga independensi dalam setiap proses verifikasi. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan melaporkan informasi mencurigakan untuk ditelusuri lebih lanjut.
