Harga Emas Antam Bertahan Stabil pada Hari Pertama Lebaran 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
Antam mempertahankan harga emas di tengah tekanan pasar global
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tidak berubah pada perdagangan Sabtu, 21 Maret 2026. Setelah mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya, Antam memilih mempertahankan harga jual di level Rp 2.893.000 per gram.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga tersebut sama dengan posisi pada Jumat sebelumnya. Stabilnya harga ini menunjukkan upaya penyesuaian di tengah tekanan kuat dari pasar global yang sedang bergejolak.
Antam menjaga harga buyback tetap di level Rp 2,61 juta per gram
Selain harga jual, Antam juga mempertahankan harga buyback pada level Rp 2.610.000 per gram. Harga buyback ini menjadi acuan bagi investor yang ingin menjual kembali emas mereka ke Antam.
Sebelumnya, Antam sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 dengan harga Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback saat itu mencapai Rp 2.989.000 per gram sebelum akhirnya terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir.
Antam menetapkan harga emas untuk berbagai ukuran
Antam terus menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan investor. Untuk ukuran kecil, harga 0,5 gram dipatok Rp 1.496.500, sedangkan 1 gram dijual Rp 2.893.000.
Selanjutnya, ukuran 2 gram berada di Rp 5.736.000 dan 3 gram Rp 8.586.000. Untuk 5 gram, harga ditetapkan Rp 14.280.000, sementara 10 gram mencapai Rp 28.480.000. Pada ukuran lebih besar, 25 gram dibanderol Rp 71.035.000, 50 gram Rp 141.905.000, dan 100 gram Rp 283.660.000.
Untuk kebutuhan investasi besar, Antam menetapkan harga 250 gram sebesar Rp 708.840.000, 500 gram Rp 1.417.400.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.833.600.000. Variasi ini memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menentukan strategi pembelian.
Pelemahan harga emas dunia menekan pasar domestik
Stabilnya harga emas Antam terjadi setelah harga emas dunia mengalami tekanan signifikan. Pada Jumat, 20 Maret 2026, harga emas global mencatat penurunan mingguan terdalam dalam 15 tahun terakhir akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip CNBC, harga kontrak berjangka emas turun 0,7 persen menjadi USD 4.574,90 per ounce. Sepanjang pekan tersebut, emas merosot hingga 9,6 persen, mencerminkan aksi jual besar-besaran oleh investor.
Konflik geopolitik dan volatilitas pasar memengaruhi sentimen investor
Ketegangan geopolitik turut memperburuk kondisi pasar. Konflik Iran dengan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak hingga USD 112 per barel dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Di saat yang sama, pasar saham Amerika Serikat juga mengalami tekanan, dengan indeks utama mendekati fase koreksi. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dan menahan keputusan investasi, termasuk pada aset logam mulia seperti emas.
