Permintaan Emas Global Meningkat Berkat Perempuan Asal Negara Ini

Perempuan China dan India Mendorong Lonjakan Permintaan Emas Global di Tengah Kenaikan Harga

Permintaan Emas Global Meningkat Berkat Perempuan Asal Negara Ini

Perempuan China Meningkatkan Pembelian Emas dan Mengangkat Permintaan Global

Permintaan emas global terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring lonjakan harga yang signifikan. Di tengah tren tersebut, perempuan paruh baya di China muncul sebagai salah satu pendorong utama kenaikan permintaan emas dunia.

Berdasarkan laporan Julius Baer yang dikutip pada 18 Maret 2026, perempuan China активно membeli emas batangan dan koin hingga mencapai 432 ton sepanjang 2025. Angka ini meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menyumbang sekitar sepertiga dari total pembelian global.

Kondisi ekonomi domestik mendorong tren ini. Melemahnya sektor properti, volatilitas pasar saham, serta rendahnya suku bunga deposito membuat emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik bagi masyarakat.

Selain itu, kemudahan akses melalui platform digital seperti WeChat dan Alipay turut mempercepat pembelian emas, termasuk melalui produk exchange traded funds atau ETF berbasis emas yang mencatat rekor arus masuk pada 2025.

Perempuan India Menguasai Cadangan Emas Rumah Tangga dalam Skala Besar

Di sisi lain, perempuan India memainkan peran penting dalam kepemilikan emas global melalui tradisi penyimpanan kekayaan antar generasi. Rumah tangga di India diperkirakan menyimpan sekitar 34.000 ton emas, dengan hampir 80 persen dikuasai oleh perempuan.

Secara keseluruhan, perempuan India memiliki hampir 28.000 ton emas, setara dengan sekitar 16 persen cadangan emas dunia. Kepemilikan ini bahkan melampaui cadangan gabungan bank sentral terbesar dan Dana Moneter Internasional.

Sebagian besar emas tersebut tersimpan dalam bentuk perhiasan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meski awalnya tidak ditujukan sebagai strategi investasi aktif, kenaikan harga emas global secara signifikan telah meningkatkan nilai kekayaan rumah tangga secara diam-diam.

Investor Perempuan Global Meningkatkan Minat terhadap Logam Mulia

Tren peningkatan minat terhadap emas juga terjadi di negara lain. Di Inggris, Royal Mint mencatat kenaikan jumlah investor perempuan yang membeli emas dan perak secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, perempuan mencakup 26 persen dari total investor Royal Mint, meningkat tajam dari 8 persen pada 2018. Peningkatan ini menunjukkan pergeseran preferensi investasi ke arah aset yang lebih stabil di tengah ketidakpastian pasar.

Head of Forex and Precious Metals Trading Julius Baer, Christopher Irwin, menyatakan bahwa emas menawarkan stabilitas, diversifikasi, serta perlindungan nilai yang sesuai dengan karakter investasi perempuan yang cenderung konservatif.

Studi Menunjukkan Perempuan Memilih Emas untuk Stabilitas Jangka Panjang

Sejumlah studi menunjukkan bahwa perempuan cenderung menghindari risiko tinggi dalam berinvestasi. Mereka lebih memprioritaskan keamanan finansial jangka panjang serta perlindungan kekayaan untuk generasi berikutnya.

Sebaliknya, investor pria lebih sering mengaitkan risiko dengan potensi keuntungan tinggi dan memandang volatilitas pasar sebagai peluang. Perbedaan ini membuat perempuan lebih selektif dalam memilih instrumen investasi.

Dalam konteks tersebut, emas memenuhi berbagai kriteria sebagai aset strategis karena bersifat fisik, stabil, dan dapat dimiliki secara langsung. Meski tidak memberikan imbal hasil seperti saham atau obligasi, emas berfungsi sebagai penyeimbang portofolio yang efektif.