Miliarder Global Meningkatkan Porsi Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian Dunia

Emas semakin menjadi pilihan utama investor global di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi dunia. Di Jakarta, minat terhadap emas tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari kalangan miliarder dan individu kaya yang mulai mengalihkan sebagian besar kekayaannya ke aset logam mulia. Tren ini mencerminkan perubahan strategi investasi untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Cheah Cheng Hye Mengalihkan Kekayaan Pribadi ke Emas
Miliarder asal Hong Kong sekaligus pendiri perusahaan manajemen aset Value Partners Group Ltd, Cheah Cheng Hye, secara aktif meningkatkan kepemilikan emas dalam portofolio investasinya. Berdasarkan laporan Mining yang dikutip Selasa, 20 Januari 2026, Cheah menyimpan emas yang kini mencakup sekitar seperempat dari total aset kantor keluarga senilai US$ 1,4 miliar. Porsi tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 15%.
Cheah Menjadikan Emas Sebagai Tabungan Jangka Panjang
Cheah menegaskan bahwa ia membeli emas sebagai bentuk tabungan jangka panjang, bukan untuk diperdagangkan secara aktif. Dalam wawancara dengan Bloomberg News, ia menyampaikan bahwa kesabaran menjadi kunci utama strategi investasinya. Menurutnya, nilai emas akan terus bertumbuh seiring waktu, terutama ketika ketidakpastian global semakin meningkat.
Tren Bullish Mendorong Aksi Investasi Lebih Agresif
Kenaikan harga emas yang konsisten hingga mencetak rekor tertinggi mendorong Cheah memperbesar eksposur investasinya. Ia memulai investasi emas sejak 2008 dengan nilai kecil, lalu meningkatkan pembelian secara agresif satu dekade kemudian melalui ETF emas fisik. Selain itu, Cheah juga menempatkan dana pada saham perusahaan tambang emas, batangan emas, serta koin emas fisik untuk memperkuat diversifikasi portofolio.
Ketegangan Geopolitik Memperkuat Daya Tarik Emas Fisik
Cheah menilai pembekuan aset Rusia pada 2022 serta ketegangan geopolitik di Venezuela dan Iran memicu pelarian besar-besaran dari aset berisiko. Dalam kondisi tersebut, emas menjadi tujuan utama investor global. Ia menekankan bahwa kepemilikan emas fisik memberikan keamanan karena tidak bergantung pada kewajiban pihak lain.
Investor Asia Lebih Diuntungkan dengan Emas Fisik
Cheah juga menyoroti bahwa investor berbasis Asia sebaiknya memprioritaskan emas fisik dibandingkan emas kertas. Menurutnya, penyimpanan emas di brankas pribadi atau bank memberikan kontrol penuh atas aset. Pandangan ini memperkuat tren pergeseran investasi emas fisik di kawasan Asia seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan global.
