Bank Sentral Ini Batasi Perdagangan Emas

Bank Sentral Thailand Membatasi Perdagangan Emas Online Mulai Akhir Januari

Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

Bank of Thailand Menetapkan Aturan Baru untuk Menahan Penguatan Baht

JAKARTA — Bank of Thailand (BOT) memutuskan membatasi perdagangan emas secara daring mulai 29 Januari 2026 sebagai langkah menekan penguatan mata uang baht. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bank of Thailand, Vitai Ratanakorn, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Bank sentral menilai aktivitas perdagangan emas online berkontribusi signifikan terhadap volatilitas pasar keuangan domestik dan mendorong apresiasi baht secara berlebihan. Oleh karena itu, BOT mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan melindungi daya saing ekonomi Thailand.

Bank Sentral Thailand Membatasi Nilai Transaksi Harian Emas Digital

Melalui kebijakan baru tersebut, Bank of Thailand akan membatasi nilai transaksi perdagangan emas harian di platform daring. Setiap akun hanya diperbolehkan melakukan transaksi maksimal sebesar 50 juta hingga 100 juta baht per hari, tergantung pada profil dan jenis akun.

Vitai Ratanakorn menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak langsung diterapkan karena otoritas memberikan waktu penyesuaian bagi para pedagang emas. Periode transisi ini memungkinkan pelaku usaha memperbarui sistem dan aplikasi perdagangan agar sesuai dengan ketentuan baru.

Bank of Thailand Menargetkan Penurunan Volatilitas dan Tekanan Mata Uang

Bank sentral berharap pembatasan ini dapat mengurangi volatilitas pasar serta meredam tekanan penguatan baht. Meski demikian, Vitai menegaskan bahwa dampak kebijakan tersebut terhadap nilai tukar kemungkinan tidak terjadi secara instan.

Sepanjang tahun 2026, baht tercatat telah menguat sekitar 1,2% terhadap dolar Amerika Serikat. Penguatan ini melanjutkan tren tahun sebelumnya, ketika baht melonjak hingga 9% sepanjang 2025. Bank of Thailand menilai kondisi tersebut berisiko menekan daya saing ekspor dan sektor pariwisata, dua pilar utama perekonomian Thailand.

Bank Sentral Thailand Mengevaluasi Opsi Kebijakan Lanjutan

Selain pembatasan perdagangan emas online, Bank of Thailand juga membuka peluang kebijakan lanjutan. Vitai menyatakan bank sentral akan mengevaluasi efektivitas langkah ini sebelum mempertimbangkan penerapan pajak bisnis khusus atas transaksi perdagangan emas.

Namun, ruang gerak bank sentral dalam melakukan intervensi nilai tukar tetap terbatas. Aturan internasional mengenai manipulasi mata uang membatasi operasi BOT hanya di pasar domestik, yang mencakup sekitar 40% dari total transaksi valuta asing Thailand.

Dengan kebijakan ini, Bank of Thailand menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keuangan tanpa mengganggu mekanisme pasar secara berlebihan.