Cadangan Emas Bank Sentral Ini Lampaui Kepemilikan ECB

Cadangan Emas Bank Sentral Polandia Melampaui Kepemilikan Bank Sentral Eropa

Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

JAKARTA – Bank Sentral Polandia atau National Bank of Poland (NBP) terus memperkuat posisi cadangan emasnya hingga melampaui kepemilikan Bank Sentral Eropa. Pada Jumat (23/1/2026), NBP tercatat memiliki sekitar 550 ton emas batangan dengan nilai lebih dari 63 miliar euro atau setara Rp 1,24 kuadriliun. Pencapaian ini menempatkan Polandia sebagai salah satu bank sentral dengan peningkatan cadangan emas paling agresif di dunia.

Data yang dikutip dari Euro News menunjukkan cadangan emas NBP kini melampaui kepemilikan emas Bank Sentral Eropa (ECB) yang berada di kisaran 506,5 ton. Kenaikan tersebut menegaskan strategi Polandia dalam memperkuat fondasi moneter nasional melalui aset yang dinilai stabil di tengah ketidakpastian global.

Bank Sentral Polandia Menempatkan Emas sebagai Pilar Stabilitas Ekonomi

Presiden Bank Sentral Polandia, Adam Glapiński, secara konsisten menegaskan bahwa emas memegang peran strategis dalam struktur cadangan negara. Ia menilai kepemilikan emas yang besar mampu memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama saat pasar global diwarnai volatilitas dan risiko geopolitik.

Dalam beberapa tahun terakhir, NBP secara aktif menambah kepemilikan emas sebagai langkah antisipatif terhadap gejolak pasar keuangan internasional. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan konservatif yang bertujuan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang.

Porsi Emas dalam Cadangan Devisa Polandia Meningkat Tajam

Perubahan struktur cadangan devisa Polandia terlihat sangat signifikan. Pada 2024, emas menyumbang sekitar 16,86% dari total cadangan devisa. Namun, hingga akhir Desember 2025, porsi tersebut melonjak menjadi sekitar 28,22%. Lonjakan ini tercatat sebagai salah satu perubahan tercepat dalam komposisi cadangan di antara bank sentral global.

NBP juga menargetkan peningkatan kepemilikan emas hingga mencapai 700 ton dalam beberapa tahun mendatang. Target ini menunjukkan komitmen jangka panjang bank sentral dalam menjadikan emas sebagai instrumen utama perlindungan nilai.

Volatilitas Pasar dan Geopolitik Mempercepat Aksi Pembelian Emas

Bank Sentral Polandia mencatat transaksi pembelian emas terbesar terjadi pada kuartal terakhir 2025. Periode tersebut ditandai dengan tingginya volatilitas pasar keuangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik global. Atas inisiatif Adam Glapiński, dewan manajemen NBP memutuskan untuk meningkatkan porsi emas secara strategis guna memperkuat ketahanan moneter.

Posisi NBP yang kini melampaui ECB dinilai tidak mengherankan. ECB berfokus pada kebijakan moneter zona euro, sementara kepemilikan emas dalam sistem Eropa sebagian besar berada di tangan bank sentral nasional negara anggota.