Warga Surabaya Ramai-ramai Borong Emas Saat Harganya Tinggi

Warga Surabaya Memborong Emas Batangan Meski Harga Menembus Level Tinggi

Warga Surabaya Ramai-ramai Borong Emas Saat Harganya Tinggi

Surabaya mengalami lonjakan minat investasi emas seiring harga logam mulia yang terus bergerak naik pada Januari 2026. Kondisi ini mendorong warga di berbagai wilayah kota ramai-ramai memborong emas batangan meskipun harganya berada di level tinggi. Aktivitas tersebut terlihat jelas di sejumlah gerai emas resmi, salah satunya Galeri24 Dinoyotangsi, Surabaya, yang sejak pagi sudah dipadati antrean pembeli.

Masyarakat memandang kenaikan harga emas sebagai sinyal positif untuk berinvestasi jangka menengah hingga panjang. Banyak warga datang dengan tujuan mengamankan nilai aset, bukan sekadar mengejar keuntungan cepat. Situasi ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat yang semakin sadar terhadap instrumen investasi berbasis emas.

Warga Surabaya Memulai Investasi Emas dari Gramasi Kecil

Salah satu warga Surabaya, Dewi berusia 31 tahun, mengaku tertarik membeli emas karena tren harga yang terus meningkat. Ia memilih membeli emas batangan dengan ukuran kecil seperti 1 gram, 2 gram, hingga 5 gram. Menurutnya, pembelian tersebut ia anggap sebagai bentuk menabung yang relatif aman.

Dewi menilai emas memiliki daya tarik tersendiri karena nilainya cenderung stabil dan mudah dicairkan. Keputusan membeli emas saat harga tinggi ia ambil karena melihat prospek jangka panjang yang dinilai tetap menguntungkan.

Pengelola Galeri24 Mencatat Lonjakan Permintaan di Tengah Stok Terbatas

Manajer Distro Galeri24 Dinoyotangsi, Dwi Ariyanto, menyampaikan bahwa tren pembelian emas pada Januari 2026 tetap tinggi, serupa dengan periode tahun sebelumnya. Namun, keterbatasan stok emas fisik menjadi tantangan utama di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Dwi menjelaskan bahwa stok yang tersedia saat ini didominasi produk Galeri24, sementara emas Antam dan UBS dalam kondisi kosong. Ia menambahkan bahwa emas dengan gramasi kecil hingga menengah menjadi favorit dan paling cepat habis diburu pembeli.

Antrean Pembeli Muncul Sejak Pagi karena Minat Investasi Menguat

Antrean pembelian emas di Galeri24 sudah terbentuk sejak pagi hari. Dwi menyebutkan bahwa jika stok emas dalam kondisi normal, jumlah antrean bisa mencapai lebih dari 100 orang. Namun, karena ketersediaan terbatas, antrean harian berkisar antara 20 hingga 50 orang hingga stok habis.

Menurutnya, emas batangan tetap menjadi primadona karena fluktuasi harganya relatif stabil, mudah disimpan, dan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Masyarakat Beralih ke Tabungan dan Emas Digital Saat Stok Fisik Menipis

Keterbatasan emas fisik mendorong sebagian warga memilih alternatif investasi lain. Manajer Bisnis Pegadaian CP Dinoyotangsi, Gais Nomanto, mengatakan bahwa masyarakat yang awalnya ingin membeli emas tunai akhirnya beralih ke tabungan emas, cicilan emas, atau emas digital setelah mendapatkan penjelasan.

Gais menegaskan bahwa harga emas yang tinggi justru meningkatkan minat beli. Ia menilai antusiasme masyarakat biasanya menurun saat harga terkoreksi, namun melonjak ketika harga emas mencetak level tinggi seperti saat ini.