Volatilitas Harga Emas Semakin Tak Terhindarkan

Analis Heraeus Prediksi Volatilitas Harga Emas Kian Meningkat

Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA – Harga emas dunia memasuki fase volatilitas tinggi setelah bergerak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Analis logam mulia di Heraeus menilai kondisi ini berpotensi mengubah strategi dan sikap investor terhadap aset safe haven tersebut.

Pada perdagangan terbaru, harga emas spot melonjak 1,93% ke level US$ 5.056,66 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup menguat 2% di posisi US$ 5.079,40 per troy ons. Kenaikan ini terjadi setelah pekan sebelumnya harga sempat melemah hingga di bawah US$ 5.000 per troy ons.

Kenaikan Tajam Picu Aksi Lepas Posisi dan Tekanan Margin

Analis Heraeus menyoroti lonjakan harga emas yang telah meningkat lima kali lipat dalam 10 tahun terakhir, sementara indeks dolar berada di level yang relatif sama seperti 2015. Mereka menilai koreksi tajam baru-baru ini kemungkinan dipicu aksi pelepasan posisi leverage, di mana sejumlah stop loss tersentuh dan persyaratan margin meningkat.

Bursa juga terus menaikkan ketentuan margin untuk kontrak berjangka, sehingga tekanan likuidasi semakin terasa. Kondisi ini memperbesar fluktuasi harga dalam jangka pendek dan memicu pergerakan yang lebih agresif di pasar.

Analis Perkirakan Rekor Baru Belum Tercapai dalam Waktu Dekat

Seiring dinamika tersebut, Heraeus memperingatkan investor agar bersiap menghadapi volatilitas lanjutan dalam beberapa minggu hingga bulan mendatang. Meskipun harga sempat pulih dan mengembalikan lebih dari 50% penurunan, pemulihan itu melemah menjelang akhir pekan.

Para analis menilai harga emas tidak akan mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu dekat. Mereka memperkirakan pasar membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk meredakan euforia yang sebelumnya mendorong harga naik sangat cepat dan signifikan.

Jika tekanan kembali meningkat, harga emas berpotensi turun ke kisaran US$ 4.400 per troy ons. Proyeksi tersebut menegaskan bahwa pergerakan emas dalam waktu dekat masih akan diwarnai gejolak tinggi, sehingga pelaku pasar perlu mengelola risiko secara disiplin.