Harga Emas Menguat di Akhir Tahun Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mendorong Harga Emas Bertahan di Atas US$4.300
Harga emas global terus menguat menjelang akhir 2025 setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, kembali memangkas suku bunga acuan. Pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025, hingga pukul 06.45 WIB, harga emas dunia di pasar spot naik 0,07% ke posisi US$4.305,09 per troy ons. Kenaikan ini melanjutkan tren positif emas yang sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 14 Desember 2025, harga emas tercatat menguat 0,45% dan ditutup di level US$4.302,13 per troy ons. Dalam pergerakan intraday, emas sempat menyentuh US$4.353,04 per troy ons, level tertinggi sejak 20 Oktober 2025. Pencapaian tersebut menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang kembali diminati investor global.
Pernyataan Jerome Powell Memperkuat Ekspektasi Pelonggaran Lanjutan
The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pertengahan Desember, sesuai ekspektasi pasar. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan pelemahan pasar tenaga kerja dan dampak tarif masih membuka ruang pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Pernyataan tersebut langsung direspons positif oleh pasar emas.
Analis komoditas Commerzbank, Carsten Fritsch, menilai penguatan emas di atas US$4.300 mencerminkan optimisme pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Ia menegaskan keputusan The Fed yang tidak bulat justru memperbesar ketidakpastian, kondisi yang biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset aman.
Investor Mengandalkan Emas di Tengah Ketidakpastian Global
Sepanjang Desember 2025, emas konsisten bergerak di kisaran US$4.200 hingga US$4.300 per troy ons. Pasar mencerna pemangkasan suku bunga, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya risiko global sebagai kombinasi yang mendukung reli logam mulia. Reuters melaporkan dolar AS sempat jatuh ke level terendah delapan minggu, sehingga membuat emas lebih menarik bagi investor non-dolar.
Di sisi lain, perak justru mengalami koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru. Kondisi ini membuat perhatian investor kembali terpusat pada emas sebagai instrumen utama lindung nilai menjelang penutupan tahun.
Dengan prospek kebijakan moneter yang masih terbuka dan ketidakpastian ekonomi global yang bertahan, pelaku pasar memperkirakan harga emas tetap memiliki peluang menguji kembali level tertinggi hingga akhir Desember 2025.
