Investor Prediksi Harga Emas Antam Bergerak Fluktuatif pada 20 Januari 2026

Pengamat pasar memproyeksikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan mengalami pergerakan fluktuatif pada Selasa, 20 Januari 2026, di Jakarta. Proyeksi ini muncul setelah emas Antam mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada hari sebelumnya, mencerminkan minat beli yang tinggi dari investor dan konsumen di tengah ketidakpastian pasar global.
Pengamat Proyeksikan Harga Emas Antam Capai Rp 2.820.000 per Gram
Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar komoditas, menilai harga emas Antam berpotensi menyentuh resisten pertama di level Rp 2.700.000 per gram dan resisten kedua di Rp 2.820.000 per gram jika momentum penguatan berlanjut. Menurut Ibrahim, peluang mencapai level Rp 2.820.000 per gram sangat terbuka, meskipun harga tetap rentan terkoreksi dengan support pertama di Rp 2.638.000 per gram dan support kedua di Rp 2.560.000 per gram.
Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Baru
Data dari laman Logam Mulia mencatat harga emas batangan Antam pada Senin (19/1/2026) naik tajam Rp 40.000 ke level Rp 2.703.000 per gram, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Sebelumnya, harga emas Antam pada Sabtu (17/1/2026) sempat turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.663.000 per gram. Rekor tertinggi sebelumnya tercatat pada 15 Januari 2026 di level Rp 2.675.000 per gram.
Buyback Emas Antam Ikut Menguat
Selain harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam pada Senin (19/1/2026) juga meningkat Rp 36.000 menjadi Rp 2.545.000 per gram. Transaksi jual emas Antam dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali dengan nominal di atas Rp 10 juta dipungut Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP, yang langsung dipotong dari nilai buyback.
Investor Diminta Pantau Tren Harga Emas
Para investor diimbau memantau tren pergerakan harga emas Antam secara rutin untuk menentukan strategi beli dan jual terbaik. Fluktuasi harga yang dinamis sekaligus stabilitas buyback menegaskan peran emas sebagai instrumen lindung nilai yang diminati di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
