BERITA POPULER: Prediksi Harga Emas hingga Arah Emas Antam (ANTM)

Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif, Analis Prediksi Penguatan

ilustrasi harga emas Antam (ANTM) Sumber; Antara

Harga emas dunia bergerak dinamis sepanjang pekan lalu, namun analis memprediksi logam mulia ini berpotensi kembali menguat. Sentimen global yang kuat mendorong peluang penguatan emas ke level resistance penting, meski risiko penurunan tetap ada.

Analis Ibrahim Assuaibi Prediksi Harga Emas Kembali Menggebrak

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar komoditas, memproyeksikan harga emas dunia bisa melonjak dan mencapai level resistance tertentu. Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan harga turun hingga menyentuh support, sehingga investor disarankan memantau pergerakan secara cermat.

Harga Emas Antam (ANTM) Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Senin, 9 Februari 2026, diperkirakan tetap bergerak fluktuatif. Ibrahim Assuaibi menilai jika harga emas Antam menguat, logam mulia ini bisa menyentuh kisaran tertentu. Namun, risiko penurunan tetap ada dan investor perlu mempertimbangkan strategi beli maupun jual dengan bijak.

Harga Emas Perhiasan Stabil dan Menguat di Pasar Lokal

Pada Minggu, 8 Februari 2026, harga emas perhiasan terpantau stabil di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, sementara Laku Emas mencatatkan penguatan. Tren harga yang dinamis mendorong calon pembeli dan investor untuk terus memantau pergerakan agar dapat mengambil keputusan optimal.

Saham MIKA Berpeluang Memberikan Cuan Besar Tahun Ini

Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diproyeksikan memberikan cuan signifikan berkat kinerja solid tahun sebelumnya. Broker menargetkan harga tinggi dan peluang dividen terbuka lebar. Laporan Citi menyebutkan pendapatan Rp1,39 triliun dan EBITDA Rp593 miliar pada kuartal IV-2025, sejalan dengan proyeksi analis. Tahun 2026, manajemen memprediksi pertumbuhan pendapatan satu digit dan kenaikan margin EBITDA hingga 70 bps.

Investor Asing Kembali Memborong Saham BBCA, Target Harga Masih Tinggi

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi favorit investor asing di Bursa Efek Indonesia pada 2–6 Februari 2026, setelah sebelumnya sering dijual. Nilai beli bersih mencapai Rp 528,2 miliar di pasar reguler BEI. KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga berdasarkan metode Gordon Growth Model (GGM), menunjukkan potensi keuntungan hingga 44%.