Harga Emas dan Perak Berguncang Keras, Pakar Nilai Tren Naik Belum Berakhir

Harga Emas dan Perak Bergerak Volatil, Analis Nilai Tren Naik Masih Kuat

Ilustrasi emas. (Treasury)

Harga emas dan perak kembali mengalami fluktuasi tajam setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu, namun analis menilai tren jangka panjang logam mulia tetap kuat. Meski harga berada di bawah level resistensi penting, fundamental pasar logam mulia tetap mendukung potensi kenaikan.

Emas Gagal Pertahankan Level US$ 5.000 Per Ons Troi

Mengutip data Kitco, harga emas sempat melonjak namun gagal menembus level US$ 5.000 per ons troi. Jumat (6/2/2026), harga emas ditutup naik 3,99% menjadi US$ 4.961,15 per ons troi. Perak menunjukkan volatilitas lebih ekstrem, ditutup melonjak 9,43% di US$ 78,01 per ons meski sempat tertekan aksi jual.

Analis Menilai Pasar Masih Mencari Arah

Barbara Lambrecht, analis komoditas Commerzbank, menyebut pasar logam mulia masih mencari arah di tengah ketidakpastian global. Ia menekankan fluktuasi harga akan tetap tinggi dalam jangka pendek, tetapi fundamental logam mulia tetap solid untuk jangka menengah.

Volatilitas Perak Melampaui Bitcoin, Buka Peluang Akumulasi

Michael Brown, Senior Market Analyst Pepperstone, mencatat volatilitas perak satu bulan kini melampaui Bitcoin. Brown menekankan harga spot yang masih berada di atas rata-rata pergerakan 50 hari menunjukkan momentum sedikit berpihak pada sisi bullish. Pasar membutuhkan periode konsolidasi untuk menurunkan euforia spekulatif sebelumnya.

Ketidakpastian Investor Terpicu Inflasi, Resesi, dan Risiko Geopolitik

Rania Gule dari XS.com menilai volatilitas emas dan perak mencerminkan kekhawatiran investor terhadap inflasi, resesi, perubahan kebijakan moneter, dan risiko geopolitik. Ia menekankan meski harga emas kemungkinan bertahan di bawah US$ 5.000 per ons troi dalam waktu dekat, peluang menuju US$ 6.000 per ons troi hingga akhir tahun tetap terbuka.

Kenaikan Harga Masa Depan Lebih Selektif dan Didorong Fundamental

Gule menegaskan pendorong bullish logam mulia belum habis, tetapi investor kini lebih berhati-hati. Kenaikan harga ke depan diperkirakan disertai koreksi dan lebih dipengaruhi faktor fundamental daripada spekulasi. Pasar logam mulia saat ini berada dalam fase reposisi, bukan pembalikan tren.

Volatilitas Saat Ini Bersifat Jangka Pendek dan Prospek Masih Positif

Nick Cawley dari Solomon Global menilai volatilitas saat ini bersifat jangka pendek. Ia memproyeksikan level US$ 5.000 per ons troi akan kembali ditembus dalam beberapa pekan ke depan, dengan potensi uji ulang area US$ 5.600 per ons troi pada kuartal II. Koreksi setelah reli dianggap sehat, dan prospek teknikal logam mulia tetap positif.