Harga Emas dan Perak Melorot, Ini Penyebabnya

Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas dan Perak pada 10 Februari 2026

Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA – Harga emas dan perak dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, setelah mencatat penguatan selama dua sesi berturut-turut. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan tipis dolar Amerika Serikat yang bangkit dari level terendah lebih dari sepekan, sementara investor mengambil posisi hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS.

Harga emas spot turun 0,6% ke level US$ 5.029,04 per ons troi saat laporan ini disusun. Padahal sehari sebelumnya, emas sempat melonjak sekitar 2% karena tekanan dolar AS. Sepanjang 2026, harga emas masih membukukan kenaikan 17,1% dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari 2026.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga melemah 0,72% ke posisi US$ 5.042,94 per ons troi, mencerminkan tekanan lanjutan di pasar logam mulia.

Harga Perak Anjlok Lebih Dalam Setelah Cetak Rekor Tertinggi

Tekanan lebih tajam terjadi pada perak. Harga perak spot merosot 2,59% ke level US$ 81,21 per ons, setelah pada sesi sebelumnya melonjak hampir 7%. Sebelumnya, perak sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 121,64 per ons pada akhir Januari 2026.

Koreksi ini memperlihatkan tingginya volatilitas di pasar logam mulia. Setelah reli cepat yang mendorong harga ke level tertinggi, investor mulai merealisasikan keuntungan di tengah perubahan sentimen global.

Kenaikan Indeks Dolar dan Penguatan Bursa Global Ubah Arah Pasar

Mengutip laporan Reuters, indeks dolar AS naik 0,2% dari posisi terendah lebih dari sepekan pada perdagangan sebelumnya. Penguatan dolar membuat harga emas dan perak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan dari investor global melemah.

Di sisi lain, pasar saham global menunjukkan penguatan. Indeks Wall Street ditutup menguat pada Senin, 9 Februari 2026, dipimpin saham-saham teknologi setelah aksi bargain hunting. Yen Jepang juga terapresiasi menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilu.

Kombinasi penguatan dolar dan membaiknya sentimen pasar saham mengurangi minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas dan perak. Pelaku pasar kini menantikan data ekonomi AS berikutnya untuk menentukan arah pergerakan logam mulia dalam jangka pendek.