Harga Emas Melonjak 2% Lebih, Rekor Tembus US$ 4.800

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 2% dan Menembus Rekor US$ 4.800

Ilustrasi emas. (Treasury)

Lonjakan harga emas terjadi saat investor memburu aset aman di tengah ketegangan geopolitik

NEW YORK – Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Penguatan tajam ini membawa harga emas melampaui level psikologis US$ 4.800 per ons troi, seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global.

Sejak awal perdagangan, pelaku pasar langsung mengalihkan dana ke emas sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Eropa. Isu Greenland kembali memicu kekhawatiran pasar, terutama setelah pernyataan keras Presiden AS Donald Trump yang menolak mundur dari ambisinya terkait wilayah tersebut.

Pelemahan dolar AS mendorong reli emas ke level tertinggi baru

Harga emas spot melonjak 2,41% ke posisi US$ 4.878,61 per ons troi saat berita ini ditulis, setelah sempat mencetak rekor intraday di kisaran US$ 4.878,3 per ons troi. Pada saat yang sama, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melesat 2,53% ke level US$ 4.886,44 per ons.

Penguatan harga emas juga mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global. Kondisi ini memperkuat tren reli emas yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Ketegangan AS dan Eropa meningkatkan kekhawatiran pasar global

Reuters melaporkan bahwa pasar merespons negatif meningkatnya risiko perang dagang baru antara Amerika Serikat dan Eropa. Presiden Trump menegaskan kembali keinginannya untuk menguasai Greenland dan bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan, sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyatakan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada tekanan atau ancaman tarif dari Amerika Serikat. Meskipun Trump kemudian menyebut NATO akan “senang” dengan solusi yang akan dicapai, pernyataan tersebut gagal meredakan kekhawatiran pasar.

Analis menilai reli emas mencerminkan hilangnya kepercayaan investor

Analis pasar senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai lonjakan harga emas mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan Amerika Serikat. Menurutnya, emas bergerak naik sebagai respons atas ancaman tarif baru, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian global yang terus meningkat.

Dengan kondisi tersebut, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset safe haven utama. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik selanjutnya, karena dinamika ini berpotensi menjaga harga emas tetap berada di level tinggi dalam waktu dekat.