Harga Emas Dunia Melanjutkan Reli Kuat dan Mengincar Level Psikologis US$ 5.000

Harga emas dunia melanjutkan penguatan signifikan di awal 2026 dan bergerak mendekati level psikologis US$ 5.000 per ons troi. Pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, harga emas ditutup naik 0,94% ke posisi US$ 4.982,91 per ons troi, setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.989,93 per ons troi. Pergerakan agresif ini menegaskan tren bullish emas yang masih terjaga kuat.
Analis Menilai Fundamental Global Menguatkan Kenaikan Harga Emas
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menegaskan reli emas tidak hanya dipicu spekulasi jangka pendek. Menurutnya, momentum dan fenomena fear of missing out memang muncul seiring kenaikan harga ke wilayah yang belum pernah tercapai, namun fondasi utama penguatan emas tetap berasal dari faktor fundamental global yang solid.
Ia menilai kondisi makroekonomi dunia semakin berpihak pada emas, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap disiplin fiskal dan keberlanjutan pembiayaan utang pemerintah di berbagai negara maju. Situasi tersebut mendorong investor global mencari aset lindung nilai yang lebih stabil.
Bank Sentral Global Terus Memperkuat Permintaan Emas
Hansen menyoroti permintaan emas dari bank sentral dunia yang tetap tinggi hingga awal tahun ini. Bank sentral secara aktif meningkatkan cadangan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset, seiring melemahnya kepercayaan terhadap aset keuangan berbasis utang dan mata uang fiat.
Langkah tersebut memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang, sekaligus menjadi penopang utama reli harga di pasar global. Permintaan struktural ini dinilai mampu menjaga tren kenaikan emas meski indikator teknikal sempat menunjukkan kondisi jenuh beli.
Ketegangan Geopolitik dan Risiko AS Mendorong Evaluasi Aset Global
Dari sisi geopolitik, ketegangan global memang sedikit mereda setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mencaplok Greenland. Namun, tekanan politik AS terhadap Uni Eropa terkait wilayah Arktik tetap memicu ketidakpastian baru di pasar keuangan global.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah institusi Eropa meninjau ulang eksposur terhadap aset keuangan AS. Dana pensiun Denmark, AkademikerPension, bahkan menyatakan rencana melepas obligasi AS senilai US$ 100 juta hingga akhir Januari 2026 karena kekhawatiran terhadap lonjakan utang pemerintah AS.
Investor Global Memperkuat Peran Emas di Tengah Perubahan Tatanan Dunia
Kepala Strategi Futures dan Valuta Asing Tastylive.com, Chris Vecchio, menilai potensi pergeseran tatanan global menjadi alasan utama investor meningkatkan porsi emas dalam portofolio. Ia menegaskan investor membutuhkan aset yang tidak bergantung pada sistem mata uang fiat di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
