Harga Emas Antam Anjlok dan Harga Perhiasan Ikut Berfluktuasi pada 23 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada Senin, 23 Maret 2026. Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang telah terjadi sepanjang sepekan terakhir, sekaligus menarik perhatian pelaku pasar yang terus memantau pergerakan logam mulia.
Di Jakarta, harga emas Antam turun Rp 50.000 per gram menjadi Rp 2.843.000. Sementara itu, harga buyback juga ikut terkoreksi Rp 50.000 ke level Rp 2.560.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang masih kuat di pasar emas domestik seiring pelemahan harga global.
Harga emas Antam turun tajam dan memperpanjang tren negatif sepekan
Pergerakan harga emas Antam pada awal pekan ini mempertegas fase koreksi yang sedang berlangsung. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga emas tercatat telah turun total Rp 153.000 per gram.
Harga emas Antam saat ini juga berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercapai pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram. Penurunan ini membuat investor kembali mencermati potensi pergerakan harga dalam waktu dekat.
Harga emas perhiasan menyesuaikan pasar dan menunjukkan pergerakan beragam
Seiring pelemahan emas batangan, harga emas perhiasan juga bergerak dinamis di pasar. Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan 24 karat berada di Rp 2.140.000 per gram, sedangkan emas 99 persen dijual Rp 2.140.000 per gram setelah mengalami penurunan sekitar Rp 90.000 dibandingkan periode sebelum Lebaran.
Di sisi lain, Laku Emas mencatat harga emas 24 karat 99 persen di Rp 2.332.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp 2.508.000. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar perhiasan turut merespons perubahan harga emas global.
Pelaku pasar mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga emas
Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal yang terus berubah. Permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral menjadi faktor utama yang menentukan arah harga.
Kondisi tersebut membuat harga emas tidak hanya bergantung pada satu variabel, tetapi juga mencerminkan dinamika ekonomi global yang lebih luas. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung menunggu momentum yang tepat sebelum mengambil keputusan investasi.
Investor mencermati peluang di tengah pelemahan harga emas
Meski harga emas sedang melemah, sebagian investor melihat kondisi ini sebagai peluang untuk melakukan pembelian. Koreksi harga sering dimanfaatkan untuk masuk ke pasar dengan harga yang lebih rendah.
Dengan demikian, pelaku pasar kini berada dalam fase menunggu sambil mengamati arah pergerakan selanjutnya. Jika kondisi global membaik, harga emas berpotensi kembali menguat dalam jangka menengah.
