Harga Emas Antam Stabil di Awal Pekan dan Buyback Justru Turun

Pasar Mencatat Harga Emas Antam Tak Bergerak di Jakarta
Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam Logam Mulia tercatat stabil pada perdagangan Selasa, 9 Desember 2025. Kondisi ini muncul saat pasar domestik bergerak berbeda arah dengan harga emas global yang masih berada dalam tekanan.
Berdasarkan data resmi logammulia.com pada pukul 08.50 WIB, butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, menetapkan harga emas Antam 1 gram di level Rp2.409.000 per batang. Harga tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Stabilnya harga jual ini menunjukkan sikap hati-hati pasar emas ritel di tengah ketidakpastian global.
Harga Buyback Antam Melemah Saat Harga Jual Bertahan
Berbeda dengan harga jual, Antam menurunkan harga buyback atau pembelian kembali emas pada hari ini. Harga buyback tercatat di posisi Rp2.263.000 per gram atau turun Rp6.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini membuat selisih harga jual dan buyback kembali melebar.
Kondisi tersebut mendorong investor ritel untuk lebih cermat dalam menentukan waktu transaksi. Sebagian pelaku pasar menilai fase harga yang stagnan dapat membuka peluang akumulasi, sementara yang lain memilih menunggu arah pasar yang lebih jelas.
Pergerakan Emas Antam Berbeda Arah dengan Pasar Global
Stabilnya harga emas Antam terjadi ketika harga emas dunia justru masih berada dalam tren pelemahan. Pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025, harga emas dunia di pasar spot turun 0,19% dan ditutup di level US$4.188,59 per troy ons. Pelemahan tersebut menandai koreksi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Tekanan harga emas global muncul seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Pergerakan ini membuat harga emas domestik cenderung tertahan meskipun fluktuasi global cukup aktif.
Investor Menimbang Peluang di Tengah Harga yang Tertahan
Stabilnya harga emas Antam di tengah pelemahan global mencerminkan daya tahan pasar emas domestik. Emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman, terutama saat ketidakpastian ekonomi global masih tinggi.
Bagi investor jangka panjang, kondisi harga yang tidak bergerak dapat menjadi momentum untuk mencermati strategi pembelian bertahap. Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan pergerakan harga global dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah harga emas ke depan.
