Transaksi Kripto RI Turun Jadi Rp 24,33 Triliun

Transaksi Kripto Indonesia Turun Signifikan di Februari 2026

Kripto

OJK Catat Penurunan Nilai Transaksi Kripto Menjadi Rp 24,33 Triliun

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang bulan Februari 2026. Nilai transaksi kripto tercatat turun 16,9% dari Rp 29,28 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 24,33 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa penurunan ini mengikuti tren harga kripto global yang melemah.

Jumlah Konsumen Kripto Indonesia Justru Tumbuh

Meski nilai transaksi menurun, Adi menyampaikan jumlah pengguna aset kripto di Indonesia meningkat 1,76%, mencapai 21,07 juta orang. Ia menambahkan, transaksi derivatif aset kripto digital (AKD) tercatat senilai Rp 5,07 triliun selama Februari 2026. Penurunan nilai transaksi tersebut sejalan dengan fluktuasi harga aset kripto utama di pasar internasional, sehingga mempengaruhi volume perdagangan domestik.

OJK Lanjutkan Program Sandboxing untuk Inovasi Digital

Adi juga menjelaskan OJK menerima 315 permintaan konsultasi dari calon peserta sandboxing hingga Februari 2026. Saat ini, empat peserta sandboxing telah menjalani uji coba dengan tiga di antaranya berhasil lulus untuk model bisnis tokenisasi emas, surat berharga, dan kepemilikan properti. Satu peserta identitas digital tidak lulus uji coba. Program ini mendukung inovasi digital di sektor keuangan sekaligus meningkatkan keamanan transaksi aset digital.

Penyelenggara PAJK dan PKA Catat Aktivitas Transaksi Besar

OJK mencatat delapan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan 17 penyelenggara agregasi jasa keuangan (PAJK) berhasil menjalin 1.313 kemitraan dengan lembaga jasa keuangan. PAJK menyelesaikan transaksi senilai Rp 1,71 triliun dengan 16,65 juta pengguna di seluruh Indonesia. Selain itu, tercatat 24,91 juta permintaan data skor kredit melalui PKA sepanjang Februari 2026. Aktivitas ini menunjukkan pertumbuhan ekosistem aset digital dan layanan keuangan berbasis teknologi meski nilai transaksi kripto menurun.

Investor Disarankan Pantau Tren Harga Global dan Domestik

Penurunan transaksi kripto menegaskan bahwa pasar digital sangat dipengaruhi kondisi global dan domestik. Investor disarankan memantau pergerakan harga aset digital serta perkembangan regulasi untuk menyesuaikan strategi investasi. Fluktuasi nilai transaksi dan jumlah pengguna menunjukkan bahwa pasar kripto tetap dinamis, membutuhkan pengelolaan risiko yang cermat.