Toko Emas di Denpasar Tawarkan Alternatif Saat Stok Antam Terbatas

Konsumen beralih ke merek emas lain karena persediaan Antam menipis
Denpasar – Fluktuasi harga emas Antam memicu sejumlah toko emas di Denpasar menawarkan alternatif merek lain kepada konsumen. Kondisi ini terjadi karena tingginya permintaan emas Antam yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran sejak 2025. Melati Gold Shop dan Toko Emas Pusaka menjadi contoh toko yang menyediakan pilihan emas lain dengan kualitas setara.
Staf toko menekankan kualitas emas tetap sama meski merek berbeda
Yoga, staf Melati Gold Shop, menjelaskan bahwa toko biasanya menawarkan merek lain ketika stok Antam terbatas. Ia menegaskan, perbedaan hanya terletak pada merek, sedangkan kualitas emas tetap sama. Antam memiliki lisensi internasional, sementara UBS, Lotus, GBS, dan Simba berlisensi SNI. Popularitas Antam muncul karena lisensi internasional itulah yang membuatnya menjadi incaran konsumen.
Pergerakan harga emas mengalami penurunan dan kenaikan bergantian
Rizky, staf Toko Emas Pusaka, menyebut harga emas sempat naik tajam Rp2,8 juta pada 28 Januari 2026, lalu turun berturut-turut Rp150 ribu per hari selama beberapa hari berikutnya. Penurunan harga ini tidak terlalu memengaruhi operasional toko, karena transaksi tetap berjalan normal, meski daya beli masyarakat sedikit menurun. Rizky menekankan bahwa toko harus menyesuaikan harga beli dan jual agar tetap memperoleh keuntungan.
Minat masyarakat terhadap logam mulia lain ikut meningkat
Selain emas, Yoga menyoroti meningkatnya minat konsumen terhadap fine silver. Harga fine silver kini mencapai Rp75.000 per gram, meningkat signifikan dibandingkan dua hingga tiga tahun terakhir. Ia menambahkan, kenaikan harga emas biasanya juga diikuti oleh peningkatan harga logam mulia lain, termasuk fine silver.
