Saham Emas Melejit Seiring Harga Emas Dunia Tembus US$ 5.000

Kenaikan harga emas global mendorong saham emiten emas melesat serentak
JAKARTA – Saham-saham emiten emas bergerak agresif dan mencatatkan lonjakan tajam pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (26/1/2026). Penguatan ini berlangsung seiring reli harga emas dunia yang menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons dan memperkuat sentimen beli di pasar saham sektor tambang emas.
Data Stockbit menunjukkan sejumlah saham emas bergerak kompak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Investor memburu saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di tengah ekspektasi berlanjutnya tren bullish emas global.
Investor mengerek saham EMAS, ANTM, BRMS, dan ARCI ke level tinggi
Saham EMAS memimpin penguatan dengan lonjakan 14,57% ke level Rp 7.100. Pada saat yang sama, saham ANTM melonjak 11,42% dan bertengger di harga Rp 4.780. Penguatan juga terjadi pada saham BRMS yang melambung 8% ke posisi Rp 1.350, sementara saham ARCI menanjak 7,2% ke level Rp 1.340.
Kenaikan serentak ini mencerminkan respons cepat investor terhadap lonjakan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi. Pergerakan saham emas menunjukkan korelasi kuat dengan reli komoditas emas yang terus berlanjut sejak awal tahun.
Harga emas dunia menembus US$ 5.087 dan memperkuat sentimen safe haven
Harga emas dunia pada Senin pagi tercatat telah menembus level US$ 5.087 per troy ons. Reli ini berlanjut setelah emas berhasil menembus ambang US$ 5.000, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Ketegangan geopolitik kembali menjadi katalis utama penguatan emas. Meningkatnya gesekan antara Amerika Serikat dan NATO terkait isu Greenland memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset lindung nilai, termasuk emas dan saham-saham emiten emas.
Analis memproyeksikan harga emas dunia berpeluang menuju US$ 5.100
Sebelumnya, pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa harga emas dunia masih memiliki ruang penguatan dalam sepekan ke depan. Ia memproyeksikan emas berpotensi naik hingga mendekati level US$ 5.100 per troy ons.
Ibrahim menilai faktor geopolitik global dan meningkatnya risiko perang dagang terus menopang pergerakan emas. Sentimen tersebut sekaligus menjaga minat investor terhadap saham-saham emas tetap tinggi di pasar domestik.
