Reli Berlanjut, Harga Emas Siap Sprint ke Titik Ini

Reli Harga Emas Berlanjut dan Membuka Peluang Tembus Level Lebih Tinggi

Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/REUTERS/TASS/Sergei Fadeichev/aa)

Harga emas dunia diproyeksikan melanjutkan reli penguatan dalam waktu dekat seiring memburuknya sentimen geopolitik global. Di Jakarta, tren kenaikan harga emas dinilai masih sangat kuat dan membuka peluang tercapainya rekor tertinggi baru. Pelaku pasar terus meningkatkan eksposur pada emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya risiko perdagangan dan politik internasional.

Analis Memproyeksikan Harga Emas Menyentuh US$ 4.800 Pekan Ini

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan harga emas dunia berpeluang menyentuh level US$ 4.800 per troy ons dalam pekan ini. Ia menilai momentum penguatan masih terjaga kuat setelah emas mencetak rekor tertinggi sebelumnya. Menurut Ibrahim, dorongan utama datang dari meningkatnya permintaan safe haven akibat eskalasi tensi global yang belum menunjukkan tanda mereda.

Ibrahim Memperkirakan Harga Emas Tembus US$ 5.000 pada Februari

Ibrahim juga memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga kuartal pertama 2026. Ia memperkirakan pada Februari, harga emas berpeluang menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons. Proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan pasar bahwa ketidakpastian global akan terus menopang permintaan emas dalam beberapa bulan ke depan.

State Street Menilai Peluang Emas Capai US$ 5.000 Semakin Besar

Optimisme serupa disampaikan Kepala Strategi Emas State Street Investment Management, Aakash Doshi. Ia menilai peluang harga emas mencapai US$ 5.000 per troy ons pada 2026 kini mendekati 40%. Doshi melihat kombinasi kebijakan moneter longgar, risiko geopolitik, dan permintaan bank sentral sebagai faktor utama yang menopang reli jangka menengah emas.

Harga Emas Berjangka dan Spot Menguat Seiring Ketegangan Perdagangan

Mengutip CNBC, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari dibuka menguat 1,71% ke level US$ 4.674 per troy ons pada Senin, 19 Januari 2026, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$ 4.643. Sementara itu, harga emas spot turut naik 1,6% ke posisi US$ 4.668 per troy ons. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan isu perdagangan global.

Kebijakan Tarif Trump Mendorong Aksi Beli Emas

Reli emas semakin menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa. Trump menyatakan tarif akan dinaikkan dari 10% menjadi 25% mulai 1 Juni mendatang apabila tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar dan mendorong investor mempercepat pembelian emas sebagai aset perlindungan nilai.