Reli Harga Emas dan Perak Belum Usai, Meski Pasar Mulai Ambil Napas

Pakar Nilai Reli Emas dan Perak Masih Berlanjut Meski Pasar Mengambil Nafas

ilustrasi harga emas Sumber: freepik

Harga Emas Turun Sementara Kenaikan Mingguan Masih Tercatat

JAKARTA – Harga emas menutup pekan ini dengan pelemahan tipis, turun 0,43% ke level US$ 4.595,03 per ons troi pada Jumat, 17 Januari 2026. Meski demikian, logam mulia ini tetap mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,88%, menunjukkan tren positif di awal tahun. Pakar menilai bahwa penurunan ini merupakan fase konsolidasi sementara, bukan sinyal akhir dari reli emas yang telah melonjak US$ 256 sepanjang Januari 2026.

Perak Mencetak Rekor Awal Tahun dengan Lonjakan Signifikan

Harga perak ikut mengalami penyesuaian, turun 2,6% ke US$ 89,94 per ons troi. Secara mingguan, perak tetap mencatat kenaikan 12,46%, membuktikan awal tahun terbaik sejak 1983. Lonjakan harga perak selama dua pekan terakhir mencapai 24%, sehingga analis menilai pasar berpotensi memasuki fase stabilisasi setelah reli panjang. Pergerakan ini mencerminkan minat investor yang tinggi terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.

Emas Mengalami Konsolidasi Klasik di Sekitar US$ 4.600

Neil Welsh, Head of Metals di Britannia Global Markets, menjelaskan bahwa emas yang bertahan di sekitar US$ 4.600 menandai konsolidasi klasik setelah reli panjang tanpa henti. Pasar saat ini menyeimbangkan diri dan mencari sumber reli berikutnya. Ia menekankan bahwa jeda ini wajar karena data ekonomi terbaru belum memberikan dorongan baru bagi Federal Reserve untuk mengubah sikap wait and see dalam kebijakan moneter.

Investor Melakukan Rotasi Aset Namun Tren Emas Tetap Kuat

Sejumlah investor mulai memindahkan dana ke aset lain, meski fundamental emas tetap solid. Lukman Otunuga, Senior Market Analyst FXTM, menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap independensi The Fed, dinamika perdagangan global, dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral tetap mendukung tren bullish emas. Dari sisi teknikal, emas tetap berada dalam tren naik, meski indikator RSI menunjukkan kondisi jenuh beli.

Peluang Emas Mencapai Target Selanjutnya di US$ 4.700

Analisis teknikal menyoroti bahwa penurunan berkelanjutan di bawah US$ 4.570 berpotensi menekan harga ke area US$ 4.500–US$ 4.450. Sebaliknya, jika emas menembus US$ 4.645, pasar berpeluang mendorong harga ke target berikutnya di US$ 4.700. Para analis menyimpulkan bahwa reli emas dan perak belum usai, dan investor disarankan tetap memantau pergerakan pasar secara cermat.