Ray Dalio Soroti Bank Sentral Borong Emas di Tengah Ketegangan Global

Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, menyoroti aksi besar-besaran bank sentral dalam membeli emas sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pernyataan ini disampaikan Dalio pada Senin (9/2/2026), dikutip dari Kitco News, saat menekankan peran emas sebagai aset safe haven bagi investor dan negara.
Dalio Jelaskan Lonjakan Pembelian Emas oleh Bank Sentral
Ray Dalio menilai bahwa pergeseran bank sentral dari mata uang fiat ke emas terjadi akibat meningkatnya utang negara yang membatasi kemampuan pengeluaran. Menurutnya, saat utang relatif terhadap pendapatan membesar, tekanan keuangan meningkat sehingga bank sentral mencari aset yang lebih stabil. “Ketika utang naik dan pembayaran utang membebani anggaran, itulah saat risiko keuangan muncul,” ujar Dalio dalam diskusi WSJ Leadership Institute di Forum Ekonomi Dunia, Davos.
Ketegangan Perang Dagang Dorong Minat Emas
Dalio menekankan bahwa ketegangan perang dagang dan risiko geopolitik menambah kompleksitas investasi. Fenomena ini mendorong pembeli obligasi pemerintah meninggalkan mata uang fiat dan beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan nilai. “Perubahan kepemilikan bank sentral kini terlihat jelas: mereka beralih ke emas, yang merupakan uang lebih aman,” kata Dalio.
Emas Disarankan Sebagai Bagian Portofolio Investor
Dalio menyarankan investor individu untuk menyimpan antara 5%-15% portofolio mereka dalam emas, terutama saat ketegangan geopolitik meningkat atau risiko devaluasi mata uang tinggi. Menurutnya, emas memiliki rekam jejak panjang sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan daya beli mata uang fiat. Dalio menegaskan, emas kini menjadi cadangan mata uang terbesar kedua yang dimiliki bank sentral di dunia.
Emas Lebih Tepat Dipandang Sebagai Uang Fundamental
Pada Oktober 2025, Dalio menulis di LinkedIn bahwa emas lebih tepat dipandang sebagai uang fundamental daripada aset spekulatif. Ia menekankan bahwa emas mempertahankan daya beli secara konsisten, sehingga investor dan negara dapat mengandalkannya sebagai bentuk uang yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
