Bank of America Mendorong Proyeksi Harga Emas ke Level Fantastis

Bank of America Menaikkan Target Harga Emas Dunia hingga US$ 6.000
JAKARTA – Bank of America (BofA) menaikkan proyeksi harga emas dunia menjadi US$ 6.000 per troy ons seiring menguatnya keyakinan bahwa logam mulia tersebut segera menembus level US$ 5.000 dalam waktu dekat. Proyeksi agresif ini muncul di tengah tren bullish emas yang terus berlanjut sepanjang awal 2026.
Laporan yang dikutip dari Kitco News pada Sabtu, 24 Januari 2026, menunjukkan bahwa proyeksi Bank of America menjadi salah satu estimasi paling optimistis di antara lembaga keuangan global. Target tersebut berpotensi menempatkan harga emas lebih dari 20% di atas rekor tertinggi sepanjang masa, sekaligus mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap pasar logam mulia.
Analis Bank of America Mengaitkan Lonjakan Emas dengan Siklus Bullish
Analis Bank of America, Michael Hartnett, menilai sejarah pergerakan emas memberikan gambaran tentang potensi kenaikan harga yang sangat besar. Ia menjelaskan bahwa rata-rata kenaikan harga emas dalam empat fase pasar bullish mencapai sekitar 300% dalam rentang 43 bulan. Berdasarkan pola tersebut, Hartnett menyebutkan bahwa emas berpeluang menyentuh US$ 6.000 per troy ons pada musim semi 2026.
Pandangan tersebut memperkuat sentimen positif terhadap emas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor semakin melirik emas sebagai aset aman ketika volatilitas pasar keuangan meningkat dan risiko geopolitik belum mereda.
Bank of America Menyoroti Penurunan Pasokan dan Kenaikan Biaya Produksi
Selain faktor teknikal, Bank of America mendasarkan proyeksi tahun 2026 pada kondisi fundamental sektor emas. Bank ini memproyeksikan terjadinya penurunan pasokan emas global yang diiringi kenaikan biaya produksi. Kombinasi kedua faktor tersebut dinilai akan memberikan tekanan ke atas terhadap harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Tekanan biaya di sektor pertambangan emas muncul seiring meningkatnya harga energi, biaya tenaga kerja, serta kebutuhan investasi untuk menjaga keberlanjutan produksi. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa harga emas masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan.
Riset Bank of America Menegaskan Emas sebagai Aset Favorit Investor
Sebelumnya, Kepala Riset Logam Bank of America, Michael Widmer, mengungkapkan optimisme bahwa emas akan tetap menjadi aset utama dalam portofolio investor sepanjang 2026. Widmer menilai emas terus berperan sebagai instrumen lindung nilai sekaligus sumber alpha di tengah dinamika pasar global.
Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental, emas semakin menegaskan posisinya sebagai logam mulia yang bersinar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
