Aksi Beli Emas oleh Bank Sentral Tetap Aktif di Tengah Gejolak Geopolitik

Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif Saat Gejolak Geopolitik Memanas

Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa)

Ibrahim Memproyeksikan Emas Bisa Melemah ke Bawah US$ 4.600

JAKARTA, 5 April 2026 – Harga emas dunia diperkirakan tetap bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan. Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga emas masih berpeluang melemah ke bawah US$ 4.600 per troy ons, meski pasar juga membuka ruang bagi penguatan baru.

Ibrahim menjelaskan bahwa jika tekanan jual berlanjut, emas akan menguji support pertama di US$ 4.543 per troy ons. Apabila penurunan berlanjut, ia melihat support berikutnya berada di US$ 4.358 per troy ons. Menurut dia, level-level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar yang mencermati arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

Emas Masih Memiliki Peluang Rebound ke US$ 5.080

Di sisi lain, Ibrahim juga melihat peluang emas kembali menguat apabila sentimen pasar membaik. Ia menyebut resisten pertama berada di US$ 4.878 per troy ons, lalu resisten kedua muncul di US$ 5.080 per troy ons jika momentum kenaikan berlanjut. Dengan demikian, pasar masih menyisakan ruang besar bagi pergerakan harga ke dua arah.

Menurut Ibrahim, dinamika geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah akan terus menentukan arah emas. Ketegangan di Eropa Timur meningkat setelah Ukraina melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia dan memicu kebakaran di sejumlah gudang. Sementara itu, konflik di Timur Tengah juga memanas setelah muncul laporan bahwa Iran menyiapkan 1 juta personel Garda Revolusi dan 1 juta milisi.

Konflik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed Menguatkan Emas

Ibrahim menilai kemenangan Iran dalam konflik di Timur Tengah, termasuk situasi di Selat Hormuz, dapat memperpanjang ketegangan dan mendorong harga emas naik. Ia juga menyebut perang darat berskala besar berpotensi mengangkat harga minyak sekaligus mengerek emas ke level yang lebih tinggi.

Selain faktor geopolitik, Ibrahim melihat ekspektasi penahanan suku bunga Federal Reserve pada April turut menopang harga emas. Ia menambahkan bahwa perang dagang juga dapat memicu ketegangan baru dan membuat harga emas melonjak lebih tinggi. Dengan kombinasi faktor tersebut, emas masih berpotensi menjadi aset pilihan ketika pasar menghadapi ketidakpastian global.