Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 19 Januari 2026

Prediksi Harga Emas Antam Bergerak Fluktuatif pada Senin 19 Januari 2026

Ilustrasi harga Emas ANtam (ANTM). Sumber; ANTARA.

Ibrahim Assuaibi Proyeksikan Emas Antam Sentuh Resisten Rp 2.820.000 per Gram

JAKARTA – Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan bergerak fluktuatif pada Senin, 19 Januari 2026. Ia menilai emas Antam berpeluang mencapai resisten pertama di Rp 2.700.000 per gram dan resisten kedua di Rp 2.820.000 per gram. Pernyataan ini disampaikan Ibrahim pada Minggu (18/1/2026) di Jakarta, menegaskan potensi kenaikan logam mulia di tengah dinamika pasar global.

Ibrahim Assuaibi Tegaskan Support Harga Emas Antam Tetap Kuat

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan jika harga mengalami penurunan, support pertama emas Antam akan berada di Rp 2.638.000 per gram, sejalan dengan harga emas dunia di US$ 4.553 per troy ons. Ia menambahkan support kedua berada di Rp 2.560.000 per gram, atau setara dengan US$ 4.489 per troy ons. Proyeksi ini membantu investor merencanakan strategi jual beli dengan memperhitungkan fluktuasi pasar global dan domestik.

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 pada Sabtu 17 Januari 2026

Data dari laman Logam Mulia menunjukkan harga emas batangan Antam menurun Rp 6.000 ke level Rp 2.663.000 per gram pada Sabtu (17/1/2026). Buyback emas Antam juga turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.509.000 per gram. Transaksi jual kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta dikenai Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari nilai buyback untuk memudahkan proses transaksi.

Investor Diminta Pantau Harga Emas untuk Ambil Keputusan Tepat

Stabilitas harga emas Antam tetap menjadi perhatian investor dan calon pembeli. Pergerakan fluktuatif mendorong mereka untuk terus memantau harga sebelum memutuskan membeli atau menjual emas. Prediksi dan data harga terkini dari Logam Mulia memberikan panduan penting agar strategi investasi tetap efektif di tengah kondisi pasar yang dinamis.