Siapa Sangka, Ahli Bilang Harga Emas Akhirnya Bakal Segini

Ahli Pasar Modal Memprediksi Harga Emas Melonjak Tajam hingga 2030

ilustrasi harga emas Sumber: freepik

Pengamat Menilai Ketidakpastian Global Menguatkan Prospek Emas

JAKARTA – Prospek penguatan harga emas global dinilai semakin solid seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Kondisi tersebut mendorong investor global kembali menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah perubahan besar arah preferensi investasi.

Direktur Anugerah Mega Investama sekaligus pengamat pasar modal Hans Kwee memproyeksikan harga emas berpotensi menembus level US$ 10.000 per troy ons pada 2030. Proyeksi tersebut jauh melampaui posisi harga emas saat ini yang telah berada di rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hans juga memperkirakan harga emas pada 2026 masih memiliki ruang kenaikan signifikan dan berpeluang mencapai US$ 5.400 per troy ons.

Hans Kwee Menjelaskan Pergeseran Global dari Dolar ke Emas

Hans Kwee menilai lonjakan harga emas tidak hanya dipicu oleh perlambatan ekonomi global dan kebijakan moneter longgar, tetapi juga oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Situasi ini mendorong investor mencari instrumen aman yang lebih stabil di tengah ketidakpastian yang berkepanjangan.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan terhadap dolar Amerika Serikat sebagai aset aman mulai melemah. Hans menyoroti dampak konflik Rusia dan Ukraina yang memicu pembekuan aset berbasis dolar, sehingga banyak negara menyadari risiko ketergantungan berlebihan pada mata uang tersebut. Kondisi ini mempercepat pergeseran investor global menuju emas sebagai penyimpan nilai.

Kebijakan Amerika Serikat Mempercepat Peralihan Aset Investasi

Selain faktor geopolitik, Hans Kwee menilai kebijakan Amerika Serikat pada era Presiden Donald Trump turut memperbesar ketidakpastian global. Perang dagang dan tensi hubungan internasional menciptakan volatilitas berkepanjangan yang membuat investor semakin berhati-hati dalam memilih aset.

Hans juga menekankan peran pembelian emas secara agresif oleh bank sentral dunia. Tren akumulasi emas otoritas moneter memperkuat reli harga emas dan menandai pergeseran struktural dari dominasi dolar AS.

Harga Emas Global dan Domestik Menguat Serempak

Sejumlah lembaga keuangan global seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank turut memproyeksikan kenaikan harga emas sekitar 20% pada tahun ini. Saat ini, harga emas dunia telah mencetak rekor di level US$ 4.957,10 per troy ons dan sempat menyentuh posisi intraday US$ 4.966,59 per troy ons.

Dampak penguatan global tersebut langsung tercermin di pasar domestik. Harga emas Antam melonjak Rp 90.000 per gram menjadi Rp 2.880.000, sementara harga buyback meningkat dari Rp 2.635.000 menjadi Rp 2.715.000 per gram. Hans menilai tren ini akan berlanjut dan menjadi tema utama pasar keuangan hingga akhir dekade.