Harga Emas Siap Terbang to The Moon

Harga Emas Dunia Berpeluang Melonjak Tajam hingga Akhir 2026

Emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diproyeksikan melanjutkan reli signifikan hingga berpotensi menembus level US$ 6.500 per troy ons pada akhir 2026. Lonjakan tersebut didorong peningkatan permintaan dari bank sentral global serta dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tren kenaikan harga emas masih memiliki ruang penguatan yang luas. Ia melihat langkah agresif bank sentral, khususnya People’s Bank of China (PBOC), menjadi katalis utama reli logam mulia.

Bank Sentral China Terus Tambah Cadangan Emas

Ibrahim mengungkapkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral China terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan cadangan devisa, terutama dalam bentuk logam mulia, mencerminkan strategi diversifikasi aset yang semakin kuat.

Menurut dia, tren akumulasi emas oleh China menunjukkan permintaan yang konsisten dan berpotensi menopang harga global. Jika pola ini berlanjut, harga emas berpeluang mencapai US$ 6.500 per troy ons pada akhir tahun ini.

Selain faktor permintaan bank sentral, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan moneter global. Ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dinilai dapat memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Sentimen Geopolitik dan Politik AS Pengaruhi Harga Pekan Depan

Dalam sepekan ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan dipengaruhi sentimen geopolitik serta dinamika politik di Amerika Serikat. Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu volatilitas harga dalam jangka pendek.

Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia memiliki peluang menguat menuju level resistance pertama di US$ 5.134 per troy ons. Jika momentum berlanjut, resistance kedua berada di US$ 5.245 per troy ons.

Sejalan dengan itu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan dapat bergerak ke kisaran Rp3.000.000 hingga Rp3.150.000 per gram apabila penguatan berlanjut.

Risiko Koreksi Tetap Membayangi Pergerakan Harga

Meski prospek jangka menengah cenderung positif, Ibrahim mengingatkan potensi koreksi masih terbuka. Ia memetakan level support pertama di US$ 4.947 per troy ons dan support kedua di US$ 4.818 per troy ons.

Apabila tekanan jual meningkat hingga area tersebut, harga emas batangan Antam berpotensi terkoreksi ke sekitar Rp2.860.000 per gram.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar, pelaku investasi disarankan mencermati perkembangan kebijakan moneter global, pembelian emas bank sentral, serta dinamika geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi.