Harga Emas Berpeluang Melonjak ke Level Tak Terduga pada 2026

Analis global memproyeksikan reli emas berlanjut di tengah risiko geopolitik dan kebijakan moneter longgar
JAKARTA – Harga emas berpeluang bergerak ke level yang jauh lebih tinggi pada 2026 seiring menguatnya sentimen bullish di kalangan analis global. Sejumlah lembaga dan pelaku pasar bahkan menilai harga emas berpotensi menembus kisaran US$ 5.000 per troy ons, dengan skenario paling optimistis berada jauh di atas level tersebut.
London Bullion Market Association (LBMA) menyampaikan bahwa rata-rata analis memperkirakan harga emas akan menguat sekitar 38% dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga riil Amerika Serikat, pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve yang berkelanjutan, serta langkah bank sentral dunia yang terus mendiversifikasi cadangan devisa dari dolar AS. LBMA menyampaikan pandangan tersebut dalam laporan survei analis yang dikutip dari Kitco News pada Rabu, 21 Januari 2026.
Survei analis global menunjukkan rentang proyeksi harga emas yang sangat lebar
Survei LBMA mengungkapkan adanya perbedaan pandangan yang signifikan di antara para analis terkait pergerakan harga emas sepanjang 2026. Target harga paling optimistis dipatok di level US$ 7.150 per troy ons, sementara proyeksi terendah berada di kisaran US$ 3.450 per troy ons. Rentang proyeksi yang lebar ini mencerminkan tingginya ketidakpastian global sekaligus kuatnya daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Ahli strategi komoditas ICBC Standard Bank, Julia Du, muncul sebagai analis paling optimistis dalam survei tersebut. Ia memperkirakan harga emas mampu mencapai US$ 7.150 per troy ons dengan target harga rata-rata tahunan sekitar US$ 6.050 per troy ons.
Strategi bank sentral dan investor institusional memperkuat bias bullish emas
Julia Du menilai tahun 2026 akan diwarnai peningkatan risiko geopolitik global yang mendorong permintaan terhadap aset aman. Ia memperkirakan bank sentral di berbagai negara akan terus menambah cadangan emas, sementara investor institusional meningkatkan porsi emas dalam portofolio mereka. Di saat yang sama, permintaan ritel diproyeksikan tetap solid.
Ia menegaskan bahwa kombinasi antara peningkatan permintaan aset aman dan kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed yang berlanjut akan menopang bias bullish harga emas meskipun pergerakannya cenderung volatil.
Pedagang logam mulia memprediksi emas tetap kuat meski berpotensi terkoreksi
Sementara itu, pedagang logam mulia Heraeus, Alexander Zumpfe, menyampaikan proyeksi yang lebih konservatif. Ia menempatkan target terendah harga emas di US$ 3.450 per troy ons, namun tetap memperkirakan harga emas mampu mencapai puncak di level US$ 5.200 per troy ons sepanjang tahun.
Zumpfe menilai potensi aksi ambil untung dan fase konsolidasi tetap ada, tetapi pasar emas masih mendapatkan dukungan kuat dari permintaan investasi global yang berkelanjutan.
