Analis Dupoin Futures Nilai Harga Emas Berpeluang Uji Level 5.232

JAKARTA, investor.id – Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang sehat. Ia menegaskan pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average menjaga tren bullish pada XAU/USD dan bahkan memperlihatkan potensi penguatan lanjutan.
Menurut Andy, minat beli investor tetap solid meski pasar sempat mengalami koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Ia memandang tekanan turun yang muncul lebih merefleksikan fase konsolidasi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sinyal pembalikan arah secara menyeluruh.
Andy Nugraha Tegaskan Support 4.841 dan Target Resistance 5.232
Andy menjelaskan bahwa selama harga emas bertahan di atas area support penting, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar. Ia menyebut level resistance berikutnya berada di kisaran 5.232 apabila dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan sentimen global mendukung.
Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa tekanan jual dapat membawa harga mendekati area support terdekat di sekitar 4.841 jika momentum melemah. Level tersebut menjadi batas krusial untuk menjaga kesinambungan tren naik.
Pada sesi awal perdagangan Asia, Rabu (11/2/2026), harga emas bergerak melemah mendekati US$ 5.045. Pelaku pasar masih mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar sebelumnya. Pergerakan ini terjadi seiring stabilnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya selera risiko di pasar global.
Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak datar di area 96,78 turut menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek. Hubungan terbalik antara dolar AS dan emas membuat penguatan dolar cenderung membatasi kenaikan logam mulia tersebut.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus menopang permintaan aset lindung nilai. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran menambah ketidakpastian global dan membatasi potensi penurunan emas lebih dalam.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menanti rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan Nonfarm Payrolls yang diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 70.000 tenaga kerja pada Januari dengan tingkat pengangguran stabil di 4,4 persen. Investor juga mencermati data inflasi Indeks Harga Konsumen yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter The Fed.
Secara keseluruhan, Andy menilai harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Ia memperkirakan volatilitas jangka pendek tetap mewarnai pasar, namun tren penguatan berpeluang berlanjut selama sentimen global dan ekspektasi kebijakan moneter tetap mendukung.
